SOLUSI ANTI GALAU APLIKASI DEKSTOP EMIS

Buat agan-agan operator madrasah yang mungkin masih banyak yang galau gegara Aplikasi Dekstop Emis yg eror melulu, sementara jadwal upload sudah mendekati expired. kali ini ane mau bagi2 ilmu buat ngatasi aplikasi backup emis eror ketika akan mengupload file exel seperti Screnshot berikut:

gimana ini.png

Gak perlu panik lagi instal ulang office, instal ulang windows, remof All Program, Remove Anti Virus, Disable Virefal, ganti Komputer atau laptop lain dan banyak lagi percobaan-percobaan bikin pusing karena berujung kegagalan.

Dari awal ane kenal emis, ne aplikasi bawaannya emang bikin galau mulai dari form data exel yg ribet sampai aplikasi backup yg eror melulu. Ternyata masalah di atas sepele bgt agan2 semua, gak seribet tutorial hasil searching di google, cukup dengan tambahkan Jamu anti GALAU emis dijamin langsung joss….

Silahkan di Download Jamu anti galau emis gratis…..!!!

JAMU ANTI GALAU EMIS  MA

http://sh.st/7njV7

JAMU ANTI GALAU EMIS MTs

http://sh.st/7nlbG

Catatan: 

Setelah download silahkan diextrak lalu copy paste di folder aplikasi dekstop emis, jika ada peringatan silahkan pilih replace saja.

MAKALAH PEMERINTAH YANG TIDAK TRANSPARAN

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Dampak Penyelenggaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan

2.2  Bentuk – Bentuk Pemerintahan yang Potensial Melahirkan Pemerintahan Tertutup

2.3  Dampak Penyelengaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.1 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar belakang

Akibat yang secara langsung dari penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan adalah terjadinya korupsi politik yaitu penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi atau kelompok.  Di masa orde baru korupsi politik hampir disemua tingkatan pemerinah, dari pemerintahan desa sampai tingkat pusat.  Negara kita saat itu termasuk salah satu negara terkorup di dunia.  Korupsi politik itu membawa akibat lanjutan yang luar biasa yaitu krisis multi deminsional di berbagai bidang kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan keamanan, krisis kepercayaan rakyat kepada pemerintah, krisis moral dipemerintahan.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Pengertian Dampak Penyelengaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan ?
  2. Bentuk – Bentuk Pemerintahan yang Potensial Melahirkan Pemerintahan Tertutup ?
  3. Dampak Penyelengaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan

1.3  Tujuan

  1. Pengertian Dampak Penyelengaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan
  2. Bentuk – Bentuk Pemerintahan yang Potensial Melahirkan Pemerintahan Tertutup
  3. Dampak Penyelengaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Dampak Penyelenggaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan

Pemerintahan yang tidak transparan tentu akan memunculkan dampak atau akibat yang tidak baik. Sebaliknya, pemerintahan yang transparan pasti akan memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya.

Salah satu dampak negatif atau akibat penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan adalah korupsi, suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam praktiknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan yang sedang diemban tanpa adanya catatan administratif atau bukti tertulis lainnya.

Selain itu, korupsi juga bisa dimaknai sebagai perilaku pejabat, baik politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Perilaku korupsi di kalngan pejabat pemerintahan akan menyebabkan krisis multidimensi pada berbagai bidang kehidupan masyarakat, tak terkecuali di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan keamanan.

Korupsi menyebabkan krisis kepercayaan rakyat kepada pemerintah, serta krisis moral di pemerintahan. Tanpa ada penanganan yang baik, perilaku korupsi justru akan menghancurkan pemerintahan.

Terjadinya penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan dapat disebabkan oleh banyak hal. Salah satu penyebab penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transaparan adalah sistem politik yang bersifat tertutup, sehingga tidak memungkinkan partisipasi warga negara dalam mengambil peran terhadap kebijakan publik yang dibuat pemerintah.

Selain itu, pemerintahan yang tidak transparan juga bisa disebabkan karena sumber daya manusianya yang bersifat feodal, oportunistis, dan selalu menerapkan “aji mumpung” serta karakter “ingin dilayani” sebagai aparat pemerintah.

Dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan tentu sangat banyak dan bisa merambah pada sejumlah sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itulah, kita harus senantiasa mengupayakan terwujudnya pemerintahan yang transparan, terbuka akan kritik dan masukan warga negara serta mau memperbaiki kesalahn dan kekurangan yang ada.

2.2  Bentuk – Bentuk Pemerintahan yang Potensial Melahirkan Pemerintahan Tertutup

Berdasarkan pengalaman sejarah masa lalu, dapat diketahui dan disimpulkan bahwa terdapat beberapa bentuk pemerintahan yang potensial melahirkan pemerintahan tertutup atau tidak transparan yang pada akhirnya merugikan kepentingan publik. Secara konseptual mungkin dewasa ini jarang ditemukan bentuk pemerintahan yang bercorak tertutup/tidak transparan, namun secara kontekstual tidak sedikit praktik pemerintahan yang bercorak tertutup/tidak transparan yaitu Monarki Absolut, Tirani, Autokrasi (Otokrasi, Oligarki, Diktatoris, Oklokrasi,

2.3     Dampak Penyelengaraan Pemerintahan yang Tidak Transparan

Ketertutupan para penyelenggara Negara membuat sesuatu menjadi kabur, sehingga peluang peyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah sangatlah memungkinkan. Dan akibat ketertutupan inilah partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintah semakin kecil. Apabila hal ini terus berlangsung, dan para penyelenggara pemerintahan semakin menyalahgunakan kekuasaannya, maka dapat dipastikan  bahwa pemerintahan Negara semakin tidak dipercaya oleh masyarakat. Hilangnya kepercayaan yang nantinya dapat berujung pada rasa saling curiga dari masyarakat terhadap pemerintah, dapat mengancam stabilitas nasional.

Sementara tujuan Negara kita adalah terpenuhinya keadilan bagi rakyat Indonesia, sesuai pembukaan UUD 1945 , bahwa Negara yang hendak didirikan  adalah Negara Indonesia yang adil dan makmur dan bertujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah yang seharusnya menjadi pedoman dan pemicu semangat bagi para penyelengara Negara bahwa tugas utamanya adalah menciptakan keadilan. Ketidakadilan merupakan sumber perpecahan sebuah bangsa. Adanya pertentangan, kerusuhan missal, aksi-aksi demo, dan pergolakan di suatu wilayah, salah satu sumbernya adalah ketidakadilan.

Faktor- faktor penyebab terjadinya pemerintahan yang tidak transparan adalah sebagai berikut :

  1. Pengaruh kekuasaan
  • Penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaannya
  • Peralihan kekuasaan yang sering menimbulkan konflik
  • Pemerintah mengabaikan proses demokratisasi
  • Pemerintah yang sentralis
  • Penyalahgunaan kekuasaan
  1. Moralitas
  • Terbaliknya nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai sumber

          etika.

  1. Sosial Ekonomi
  • Sering terjadinya konflik social sebagai konsekuensi keberagaman suku, agama, ras dan golongan yang tidak dikelola dengan baik dan adil
  • Perilaku ekonomi yang sarat dengan praktik KKN
  1. Politik dan Hukum
  • System politik yang otoriter
  • Hukum telah menjadi alat kekuasaan

Akibat dari pemerintahan yang tidak transparan :

  1. Rendahnya kepercayaan warga Negara terhadap pemerintah
  2. Rendahnya partisipasi warga Negara terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah
  3. Sikap apatis warga Negara dalam mengambil inisiatif dan peran yang berkaitan dengan kebijakan public
  4. Jika warga negara apatis, ditunjang dengan rezim yang berkuasa sangat kuat dan lemahnya fungsi legislatif, KKN akan merajalela dan menjadi budaya yang mendarah daging (Nilai dominan)
  5. Krisis moral dan akhlak yang berdampak pada ketidak adilan, pelanggaran hukum dan hak asasi manuasia

Korupsi membawa akibat lanjutan yang luar biasa, yaitu krisis multidimensional.

Contoh krisis multidimensional di berbagai bidang;

Bidang Politik

Lembaga politik baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif tidak berfungsi optimal. Mereka sangat sedikit menghasilkan kebijakan yang berpihak untuk kepentingan umum, seringkali kebijakan itu sebagai proyek untuk memperkaya diri. Yudikatif sering menghasilkan keputusan yang bertentangan dengan rasa keadilan karena hukum bisa dibeli.

Bidang Ekonomi

Semua kegiatan ekonomi yang bersinggungan dengan birokrasi pemerintahan diwarnai uang pelicin sehingga kegiatan ekonomi berbelit-belit dan mahal. Investor menjadi enggan berinvestasi karena banyak perizinan sehingga perekonomian tidak tumbuh maksimal.

Bidang Sosial, Budaya, dan Agama

Di bidang sosial, budaya, dan agama terjadi pendewaan materi dan konsumtif. Hidup diarahkan semata-mata untuk memperoleh kekayaan dan kenikmatan hidup tanpa memedulikan moral dan etika agama. Hal itu terwujud dalam tindakan korupsi.

Bidang Pertahanan dan Keamanan

Di bidang pertahanan dan keamanan, terjadi ketertinggalan profesionalalitas aparat, yaitu tidak sesuai dengan tuntutan zaman sehingga aparat keamanan tidak mampu mencegah secara dini gejolak sosial dan gangguan keamanan.

Jika penyelenggaraan pemerintahan dengan tertutup dan tidak transparan  secara umum akan berdampak pada tidak tercapainya kesejahteraan masyarakat atau warga negara, sebagaimana tercantum dalam konstitusi negara, yaitu pencapaian masyarakat adil dan makmur.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Dengan adanya pemerintahan yang tidak transparan tentu memunculkan dampak atau akibat yang tidak baik. Di antara dampak atau akibat penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan, dampak yang paling besar adalah korupsi. Istilah “korupsi” dapat dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian.

Dalam praktiknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa adanya catatan administratif, perilaku pejabat, baik politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.Korupsi membawa akibat lanjutan yang luar biasa, yaitu krisis multidimensional di berbagai bidang kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan keamanan, krisis kepercayaan rakyat kepada pemerintah, serta krisis moral di pemerintahan.

3.2  Saran

Bagi rakyat:

Sebaiknya kita mengenal lebih dalam tentang Pemerintahan. Janganlah kita member komentar yang kurang baik terhadap pemerintahan.

Bagi Pemerintah:

Pemerintah harus lebih tegas lagi dalam menjalankan tugas sebagai kepercayaan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.maskholid.com/2010/10/pohon-masalah-kisah-inspirasi-dan.html

http://mauull.blogspot.com/2011/11/makalah-pkn-tranparansi-pemerintah.html

http://mauull.blogspot.com/2011/11/makalah-pkn-tranparansi-pemerintah.html

http://windows-to.blogspot.com/2011/12/penyelenggaraan-pemerintahan-yang-tidak.html

http://ratikapradisya.blogspot.com/2011/11/menganalisis-dampak-penyelenggaraan.html

http://smancineam.wordpress.com/materi-mata-pelajaran/pkn

http://dumalana.com/2011/08/16/faktor-penyebab-terjadinya-pemerintahan-yang-tidak-transparan/

http://kewarganegaraan.wordpress.com/2007/11/21/akibatpenyelenggaraanpemerintahanyangtidaktransparan

tugassekolahonline.blogspot.com/2008/11/dampak-penyelenggaraan-pemerintahan.html

MAKALAH NKRI

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

 

BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Tujuan Masalah
  • Rumusan Masalah

 

BAB II PEMBAHASAN

  • Pengertian NKRI
  • Sejarah NKRI
  • Pemerintah Daerah Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

  1. KESIMPULAN
  2. SARAN

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

Negara Kesatuan Republik Indonesia (disingkat NKRI), juga dikenal dengan nama Nusantara yang artinya negara kepulauan. Wilayah NKRI meliputi wilayah kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Letak wilayah NKRI berada di antara:

  • Dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia; serta
  • dua samudra. yaitu samudra Hindia dan samudra Pasifik.

Indonesia terletak di benua Asia tepatnya di Asia Tenggara. Wilayah Indonesia berada di:

  • 6° lintang utara (LU) – 11° lintang selatan (LS), don
  • 95° bujur timur (BT) – 141° bujur timur (BT).

Karma letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa, maka Indonesia memiIlki iklim traps dan rnerniliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah NKRI berjumlah 17.504 terdiri dari pulau besar dan kecil. Beberapa di antaranya, yaitu 6000 pulau tdak bepenghuni.

Wilayah Indonesia terbentangsepanjang 3.977 my di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia 1.922.570 km2 dan luas perairannya 3.257.483 km2. Pula] dengan jumlah pendudukterpadat adalah pulau Jawa.

Setengah dari jumlah penduduk Indonesia menempati pulau Jawa.
Pulau-pulau besar, yaitu:

  • Jawa dengan luas 132.107 km2, ,
  • Sumatera dengan luas 473.606 km2,
  • Kalimantan dengan luas 539.460 krri,
  • Sulawesi dengan luas 189.216 km2, dan
  • Papua dengan luas 421.981 km2.

Pulau-pulau kecil, antara lain Pulau Nias, Pulau Siberut, Pulau Bangka, Pulau Beiitung, Pulau Madura, Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Flores, Pulau Ambon, clan Pules Halniahera.Perkernbangan jumlah provinsi Indonesia clan tahun ke tahun torus bertambah. Pada awal kemerdekaan, Indonesia terdiri dari 8 provinsi hingga sekarang telah terbentuk 33 provinsi. Tujuan perkernbangan jumlah provinsi Indonesia clan tahun ke tahun torus bertambah. Pada awal kemerdekaan, Indonesia terdiri dari 8 provinsi hingga sekarang telah terbentuk 33 provinsi. Tujuan perkernbangan jumlah provinsi dan kabupaten adalah untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

 

1.2  Tujuan Masalah

  • Untuk mengetahui pengertian NKRI
  • Untuk mengetahui sejarah NKRI
  • Untuk mengetahui pemerintahan daerah dalam negara kesatuan republik indinesia (NKRI)
  • Untuk mengetahui bagaimana menjaga keutuhan NKRI

1.3  Rumusan Masalah

  • Apa pengertian NKRI ?
  • Bagaimana sejarah NKRI?
  • Bagaiamana pemerintahan daerah dalam negara kesatuan reublik Indonesia (NKRI)?
  • Bagaiamana manjaga keutuhan NKRI ?

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian NKRI

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kesatuan berbentuk republik dengan sistem desentralisasi (pasal 18 UUD 1945), di mana pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya di luar bidang pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.

Pasal 18 UUD 45 menyebutkan :

  • Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi atas daerah profinsi dan daerah provinsi itu dibagi  atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang
  • Pemerintahan Daerah Provinsi, daerah kabupaten dan kota mengatur dengan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.
  • Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten dan kota memiliki DPRD yang anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.
  • Gubernur, Bupati dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokrasi.
  • Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan       yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.
  • Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.
  • Susunan dan tata cara penyelenggaran pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang.

2.2  Sejarah NKRI

Berdasarkan perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, pada saat digulirkannya tanam paksa (Cultuure Stelsel) tahun 1615 oleh pihak Belanda telah menyebabkan hancurnya struktur tanah yang dimiliki pribumi, dimana tanah sebagai modal dasar pribumi dalam menjalankan segala aktivitasnya. Dengan adanya tanam paksa yang diterapkan telah mengubah jenis tanaman pribumi dengan jenis tanaman yang didatangkan dari Eropa yang nota bene tidak di kuasai oleh pribumi, hal ini menyebabkan pribumi tidak lagi mampu mengelola tanah yang dimilikinya dan tidak mengerti jenis tanaman yang berasal dari Eropa, sehingga pribumi pada saat itu terbodohkan, termiskinkan, terbelakang dan tertindas. Hal inilah kemudian yang di manfaatkan oleh pihak Belanda untuk membangun pemerintahan yang dinamakan Hindia-Belanda guna mengatur kehidupan pribumi yang semakin tertindas, yang pada akhirnya terjadilah sistem kerja rodi untuk mengeksplorasi hasil bumi yang ada di Indonesia.

Pada awal tahun 1900 pemerintah Hindia-Belanda menerapkan kebijakan politik ethis sebagai bentuk balas budi kepada pribumi dengan mengadakan suatu sistem pendidikan di wilayah Indonesia. Akan tetapi karena biaya yang dibebankan untuk mendapatkan pendidikan ini terlalu mahal, maknanya tidak semua pribumi mampu menikmati pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Dari sinilah terbangun strata sosial di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Adapun bentuk strata sosial tersebut telah memposisikan pribumi sebagai kaum mayoritas berada pada kelas terbawah, kelas di atasnya adalah ningrat-ningratnya pribumi dan para pendatang dari Asia Timur (Cina, India, Arab, dsb), kemudian kelas teratas adalah orang-orang Eropa dan kulit putih lainnya. Hal ini menjadikan pribumi sebagai kaum mayoritas semakin terbodohkan, termiskinkan, terbelakang dan tertindas. Sehingga pada tahun 1908, Dr. Soetomoe membangun pendidikan bagi kaum pribumi secara informal dan gratis dengan nama Budi Utomo sebagai bentuk kepedulian terhadap pribumi yang semakin tertindas. Pada akhirnya pendidikan pribumi tersebut diteruskan oleh Ki Hajar Dewantara dengan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1920 secara formal, pendidikan pribumi yang di jalankan oleh Dr. Soetomoe dan Ki Hajar Dewantara telah membangkitkan jiwa-jiwa kebangsaan dan persatuan untuk melakukan perlawanan kepada Belanda, yang pada akhirnya mengakumulasi lahirnya Bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 melalui momen Sumpah Pemuda pada kongres Pemuda II di Jakarta yang berasal dari Jong-jong atau pemuda-pemuda dari berbagai kepulauan di Indonesia yang memiliki komitmen untuk mengangkat harkat dan martabat hidup Orang-orang Indonesia (pribumi).

Bangsa Indonesia yang terlahir pada tanggal 28 Oktober 1928 kemudian bahu membahu mengadakan perlawanan kepada pihak Belanda untuk merebut kemerdekaan Indonesia dan barulah 17 tahun kurang 2 bulan kurang 11 hari atau tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 atas berkat rahmat Allah SWT Bangsa Indonesia dapat mencapai kemerdekaannya dalam bentuk Teks Proklamasi yang dibacakan oleh Dwi-Tunggal Soekarno-Hatta. Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945 Bangsa Indonesia membentuk suatu Negara Republik Indonesia dengan disahkannya konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai aturan dasar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2.3  PEMERINTAHAN DAERAH DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Negara Republik Indonesia adalah suatu wilayah negara kepulauan besar yang terdiri dari ribuan pulau dan diapit oleh dua samudra dan dua benua, serta didiami oleh ratusan juta penduduk. Disamping itu Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berlainan satu sama lain, dan tercemin dalam satu ikatan kesatuan yang terkenal dengan sebutan Bhinneka Tunggal Ika.

Mengingat keberadaan dan demi menjaga penyelenggara tertib pemerintah yang baik dan efisien, maka kekuasaan negara tentu tidak dapat dipusatkan dalam satu tangan kekuasaan saja. Oleh sebab itu penyebaran kekuasaan haruslah dijalankan secara efektif untuk mencapai cita-cita dan tujuan akhir negara sebagaimana disebutkan dalam pembukaan UUD 45. Sebagai konsekuensinya, maka wilayah negara kesatuan republic Indonesia haruslah dibagi atas beberap daerah, baik besar maupun kecil.

Amanat konstitusi diatas implementasinya diatur oleh peraturan perundang-undangan tentang pemerintahan daerah dan terakhir diatur dalam UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah yang mengatur pemerintahan local yang bersifat otonom (local outonomous government) sebagai pencerminan dilaksanakannya asas desentralisasi dibidang pemerintahan.

Keberadaan pemerintahan local yang bersifat otonom diatas ditandai oleh pemberian wewenang yang sekaligus menjadi kewajiban bagi daerah untuk mengatur dan mengurus urusan rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak dan kewajiban untuk mengurus urusan rumah tangga sendiri inilah yang disebut dengan otonomi.

Untuk menyelenggarakan otonomi pemerintah pusat menyerahkan sejumlah urusan pemerintahan sebagai urusan rumah tangga daerah otonom baik pada daerah provinsi maupun daerah kabupaten dan kota, berdasarkan kondisi politik, ekonomi, social, dan budaya, pertahanan dan keamanan, serta syarat-syarat keadaan dan kemampuan daerah otonom yang bersangkutan.

Dalam politik desentralisasi terkandung juga masalah pengaturan sumber-sumber pembiayaan bagi daerah otonom (keuangan daerah). Oleh sebab itu sumber-sumber keuangan bagi daerah otonom dipandang essensial untuk mengembangkan potensi daerah yang bersangkutan. Perhatian yang mendasar terhadap keuangan daerah semakin dibutuhkan, mengingat daerah-daerah otonom di Indonesia juga dibebani kewajiban untuk melaksanakn berbagai kepentingan daerah pusat yang terdapat didaerah-daerah.

Ketetapan MPR- RI NO. XV/MPR-RI/1998 tentang penyelenggaran otonomi daerah; pengaturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan; serta perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, menegaskan kedudukan keuangan daerah diteguhkan sebagai suatu hal yang sangat vital dan merupakan hak yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat. Hal ini misalnya tersirat dari bunyi pasal 1 Ketetapan MPR diatas yang berbunyi sebagai berikut:
“penyelenggaran otonomi daerah dengan member kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab didaerah secara proposional diwujudkan dengan pengaturan pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.”

Dari bunyi pasal 1 tersebut mengidentifikasikan bahwa pelaksanaan otonomi daerah harus dsertai dengan hak mengelola potensi sumber daya yang terdapat didaerah.
Berdasarkan uraian diatas, dapat dikemukakan bahwa menyelenggarakan seluruh tugas yang telah diserahkan menjadi urusan rumah tangga daerah, diperlukan sumber-sumber pendapatan daerah.

Dari uraian diatas terlihat kaitan erat antara aspek keuangan daerah dengan otonomi. Keeratan hubungan ini menarik untuk diteliti. Factor keuangan daerah merupakan indicator penting dalam menentukan kesuksesan daerah dalam melaksanakan otonominya. Dengan perkataan lain pendayagunaan dan kehasilgunaan pengaturan dan pengurusan urusan rumah tangga manusia sangat dipengaruhi oleh aspek keuangan.
Aspek lain, seperti kualitas aparatur pelaksana otonomi, saran dan prasaran yang tersedia, serta organisasi dan pelaksanaan otonomi merupakan factor penunjang yang sangat dibutuhkan dalam rangka menggali segenap potensi untuk menambah atau memperluas sumber-sumber keuangan daerah. Dengan demikian untuk memungkinkan daerah dapat menyelenggarakan urusan-urusan rumah tangganya sendiri dengan baik, dibutuhkan sumber-sumber pembiayaan yang cukup. Sebagai konsekuensi, hubungan itupun menimbulkan suatu kewajiban pada pihak pemerintah pusat untuk menyerahkan atau membagi kewenangan atas beberapa sumber keuangan yang dikuasainya kepada daerah-daerah.

Keberadaan dan hubungan pengaruh yang kuat anatar keuangan antara daerah dengan pembangunan daerah dan pelaksanaan otonomi, merupakan masalah yang pelik yang dihadapi oleh hampir semua negara-negara berkembang. Pembentuk UU No.32 Tahun 2004 juga menyadari pentingnya hak keuangan daerah ini untuk diatur. Hal ini dapat dilihat pada Pasal 157 yang menyebutkan apa-apa saja yang menjadi sumber pendapatan daerah seperti :

  1. Pendapatan asli daerah (PAD) yang terdiri dari :
  2. Hasil pajak daerah
  3. Hasil retribusi daerah
  4. Hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan
  5. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
  6. Dana perimbangan
  7. Lain-lain pendapatan daerah yang sah

Namun tidak semua sumber pendapatan daerah sebagaimana diatur pasal 157 diatas, dapat digali dan dikuasi oleh masing-masing daerah. Relative banyak factor yang menyebabkan hal demikian misalnya antara lain keanekaragaman situasi, kondisi dan potensi yang dimiliki atau yang terdapat pada tiap-tiap daerah yang berbeda-beda.
Implementasi Pasal 157 UU No.32 Tahun 2004, khususnya yang berkaitan dengan bagian pendapatan asli daerah sendiri seperti pajak daerah dan retribusi daerah, akan diatur lebih lanjut dengan undang-undang, sebagaimana diatur dalam pasal 158 ayat 1UU No.32 Tahun 2004, dimana undang-undang tersebut adalah UU No.34 Tahun 2000 tentang perubahan terhadap UU No.18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

2.4  Menjaga keutuhan NKRI

Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 menandai lahirnya bangsa Indonesia. Sejak saat itu, Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan berhak untuk mementukan nasib dan tujuannya sendiri.

Bentuk negara yang dipilih oleh para pendiri bangsa adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski dalam perjalanan sejarah ada upaya untuk menggantikan bentuk negara, tetapi upaya itu tidak bertahan lama dan selalu digagalkan oleh rakyat. Misalnya, ada upaya untuk menggantikan bentuk negara menjadi Indonesia Serikat. Tetapi upaya untuk menggantikan bentuk negara itu segera berlalu. Indonesia kembali kepada negara kesatuan. Hingga saat ini negara kesatuan itu tetap dipertahankan. Sebagai generasi penerus bangsa dan juga sebagai peserta didik kita merasa terpanggil untuk turut serta dalam usaha membela negara.

Bangsa kita terus bergerak maju dan terus melintasi sejarah. Berbagai kemajuan dan perkembangan terus dinikmati oleh rakyat. Tetapi ancaman terhadap kedaulatan dan keharmonisan bangsa dan negara masih terus terjadi, meskipun intesitasnya kecil. Ancaman-ancaman itu meskipun dalam intesitas yang kecil tapi jauh lebih rumit. Ancaman-ancaman itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagaian, yaitu ancaman yang dating dari luar negeri dan ancaman dari dalam negeri.

Ancaman Dari Dalam Negeri

a)Kerusuhan

Ancaman kerusuhan akan timbul jika terjadi kesenjangan ekonomi. Ancaman ini bisa muncul kalau pembangunan nasional tidak berhasil memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah tidak berhasil memperkecil ketidakadilan social ekonomi.

b)Pemaksaan Kehendak

Ancaman ini bisa terjadi dinegara kita. Karena ada golongan tertentu berusaha memaksakan kepentingannya secara tidak konstitusional, terutama ketika sistem social politik tidak berhasil menampung aspirasi yang berkembang dalam masyarakat.

  c)Pemberontakan Angkatan Bersenjata

Ancaman ini bisa muncul dari kalangan separatis karena pembangunan nasional tidak dapat mencakup semua daerah secara seimbang.

d)Pemberontakan Dari Golongan yang Ingin Mengubah Ideologi Negara

Ancaman ini bisa berupa pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin mengubah ideologi negara dan membentuk negara baru. Golongan yang melakukan pemberontakan ini biasanya berasal dari golongan ekstrim, baik ekstrim kiri maupun ekstrim kanan. Golongan ini memaksakan diri untuk mengubah dasar Negara Indonesia, misalnya mengubah ideology Pancasila menjadi Ideology Komunisme.

Bangsa Indonesia tereiri dari berbagai suku bangsa dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Perbedaan suku bangsa ini bisa menjadi sumber konflik yang depot menyebabkan perpecahan di tubuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keanekaragarnan itu seharusnya dapat menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat untuk menangkal semua gangguan atau ancaman yang ingin memecah belah persatuan bangsa.

 

Berikut beberapa sikap dan perilaku Mempertahankan NKRI :

  • Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia, artinya menjaga seluruh kekayaanalam yang terkandung di dalamnya.
  • Menciptakan ketahanan nasional, artinya setiap warga negara menjaga keutuhan, kedaulatan negara, dan mempererat persatuan bangsa.
  • Menghormati perbedaan suku, budaya, agama, dan warna kulit. Perbedaan yang ada akan menjadi indah jika terjadi kerukunan, bahkan menjadi sebuah kebanggaan karena merupakan salah satu kekayaan bangsa.
  • Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan, yaitu kesamaan memiliki bangsa, bahasa persatuan, dan tanah air Indonesia, serta memiliki pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sang Saka Merah putih. Kebersamaan dapat diwujudkan dalam bentuk mengamalkan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945.
  • Memiliki semangat persatuan yang berwawasan nusantara, yaitu semangat mewujudkan persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan sosial, baik alamiah maupun aspek sosial yang menyangkut kehidupan bermasyarakat. Wawasan nusantara meliputi kepentingan yang sama, tujuan yang sama, keadilan, solidaritas, kerjasama, dan kesetiakawanan terhadap ikrar bersama.

Memiliki wawasan nusantara berarti memiliki ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dan dipelihara oleh semua komponen masyarakat. Ketentuan-ketentuan itu, antara lain Pancasila sebagai landasan dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional. Ketentuan lainnya dapat berupa peraturan-peraturan yang berlaku di daerah yang mengatur kehidupan bermasyarakat.

  • Mentaati peraturan, agar kehidupan berbangsa dan bernegara berjalan dengan tertib dan aman. Jika peraturan saling dila ar, akan terjadi kekacauan yang dapat menimbulkan perpecahan.

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

3.1 Kesimpulan

NKRI adalah negara kesatuan berbentuk republik dengan sistem desentralisasi berdasarkan  otonomi daerah seluas-luasnya di luar urusan pusat .

3.2 Saran

Negara ada untuk membantu manusia mewujudkan tujuan dan cita-citanya. Penyelenggaraan negara harus membawa manfaat bagi manusia. Tugas manusia adalah bertanggungjawab rasa kepentingan bersama warganya. Negara harus melindungi hak-hak warganya dan menetapkan kewajiban-kewajibannya sebagai warga negara. Ia juga harus menciptakan kehidupan bersama yang dilandasi oleh semangat cinta kasih, keadilan, dan perdamaian. Warga negara mempunyai hak dan kewajiban, antara hak dan kewajiban harus berjalan seimbang. Misalnya, kewajiban membela negara dari segala ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri.

Sebagaia penerus bangsa hendaknya kita lebih  menjaga dan mencintai negara kita. Ada pun beberapa hal yang dapat kita lakukan  untuk menunjukkan hal tersebut misalnya meningkatkan kebangaan dan rasa memiliki bangsa Indonesia dalam diri setiap warga negara, membangun saling pengertian dan pengahargaan antarsesama warga yang memiliki latar belakang kepentingan yang berbeda dan etnik yang berbeda, para pemimpin negara sebaiknya menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan efisien, dan memperkuat unsur-unsur yang menjadi alat pertahanan negara, seperti TNI

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://kumpulan-makalah-adinbuton.blogspot.co.id/2015/11/makalah-negara-kesatuan-republik.html

http://www.academia.edu/9513390/MAKALAH_NKRI

http://hariansimokonk.blogspot.co.id/2012/03/makalah-nkri-pendidikan-pancasila.html

KETERBUKAAN DAN KEADILAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

 

Keterbukaan pemerintah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Pengertian dan Pentingnya Keterbukaan

Istilah Keterbukaan” atau “transparansi” berasal dari kata dasar “terbuka” atau “transparan”. Istilah tersebut berasal dari kata bahasa inggris transparent yang secara harfiah berarti “jernih”, “tembus cahaya”, “nyata”, “jelas”, “mudah dlpahami”, “tidak ada kekeliruan”, “tidak ada kesangsian atau keragu-raguan.

Demikianlah, istilah “keterbukaan” atau “transparansi” menunjuk pada tindakan yang memungkinkan suatu persoalan menjadi jelas, mudah dipahami, dan tidak disangsikan lagi kebenarannya. Dalam kaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, keterbukaan atau transparansi berarti kesediaan pemerintah untuk senantiaaa memberikan informasi faktual mengenai berbagai hal yang berkenaan dengan proses penyelenggaraan pemerintahan.

Berbagai negara demokratis berusaha mewujudkan praktik penyelenggaraan pemerintahan yang baik berdasarkan prinsip-prinsip good governance. Keterbukaan atau transparansi merupakan salah satu dari prinsip good governance.

Adapun prinsi-prinsip governance meluputi sembilan hal, yaitu:

  1. Partisipasi masyarakat
  2. Tegaknya supremasi hukum
  3. Keterbukaan
  4. Peduli pada stakeholder
  5. Berorientasi pada konsesus
  6. Kesetaraan
  7. Efektivitas dan efisiensi
  8. Akuntabilitas
  9. Visi strategi

Ciri-ciri dan batas-batas keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan

  1. Pemerintah menyediakan berbagai informasi faktual mengenai kebijaksanaan yagn akan dan sudah dibuatnya.
  2. Adanya peluang bagi publik dan pers untuk mendapatkan atau mengakses berbagai dokumen pemerintah.
  3. Terbukanya rapat-rapat pemerintah bagi publik dan pers.
  4. Adanya konsultasi publik yang dilakukan secara sistematik oleh pemerintah.

Berdasarkan keempat ciri tersebut, dapat disimpulkan tiga hal penting berkenaan dengna pemerintah yang terbuka yaitu:

  • Pemerintah yang terbuka adalah pemerintah yang menjamin adanya kebebasan informasi.
  • Abila pemerintahan diselenggarakan secara terbuka maka berbagai kebijakan permintah akan menjadi jelas, mudah dipahami, serta relatif tidak menimbulkan kesangsian atau kecurigaan publik.
  • Bila pemerintahan dilaksanaka secara terbuka maka publik akan memiliki informasi yag mencukupi untuk bisa menilai dan menentukan sikap secara rasional dan objektif terhadap kinerja pemerintah.

Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Pengertian dan Jenis Keadilan

Istilah “keadilan” berasal dari kata “adil” yang berarti : tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak ekpada yang benar, sepatutnya, tidak sewenang-wenang.

Dalam kaitan dengan keadilan, dikenal adanya beberapa macam keadilan. Macam-macam keadilan itu adalah keadilan komulatif (iustia commutativa), keadilan distributif (iustatia distributiva), keadilan vidikatif (iustitia vindicativa) dan ekadilan legal (iustatia legalis).

Keadilan Komulatif

Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi bagiannya, dimana yang diutamakan adalah objek tertentu yang merupakan hak dari seseorang.

Keadilan ditributif

Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang pa yang menjadi haknya, dimana yang menjadi subjek hak adalah individu sedangkan subjek kewajiban adalah masyarakat.

Keadilan Legal

Adalah keadilan berdasarkan undang-undang, yang menjadi objek dari keadilan legal adalah tata masyarakat.

Keadilan Vindikatif

Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang hukuman atau denda sebanding dengan pelanggaran atau kejahatan yang dilakukannya.

Keadilan Kreatif

Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang bagiannya, yaitu berupa kebebasan untuk mencipta sesuai dengan kreativitas yang dimilikinya.

Keadilan Protektif

Adalah keadilan yang memberikan perlindungan kepada pribadi-pribadi. Dalam mayarakat keamanan dan kehidupan pribadi-pribadi warga masyarakat wajib dilindungi dari adanya tindak sewenang-wenang                pihak lain.

Keadilan Sosial

Adalah keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari struktur proses-proses ekonomis, politis, sosial, budaya dan ideologis dalam masyarakat.

 

Pentingnya Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Terbuka

sejarah bangsa indonesia menunjukkan, sejak bangsa ini merdeka tahun 1945 sampai dengan sekarang ini, belum pernah ada pemerintahan yang disenggarakan secara terbuka dalam arti yang sebenarnya hingga terjadinya korupsi politik yaitu: penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

Sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sikap Terbuka dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sikap keterbukaan dalam masyarakat seperti bangsa Indonesia akari menciptakan kebersamaan. Keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan awal dari suatu pemerintahan yang benar dan baik. Keterbukaan berbangsa dan bernegara harus dimiliki oleh warga negara dan pemerintah (negara). Keterbukaan sebagai warga negara dapat diwujudkan dengan partisipasi warga negara.

Upaya untuk memahami, menilai, dan menghargai keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut.

  1. Berusaha mengetahui dan memahami hal yang mendasar atau elementer tentang keterbukaan dan keadilan.
  2. Aktif mencermati kebijakan dalam kehidupan bangsa dan negara. Berusaha menilai perkembangan keterbukaan dan keadilan.
  3. Menghargai tindakan pemerintah atau pihak lain yang konsisten dengan prinsip keterbukaan.
  4. Mengajukan kritik terhadap tindakan yang bertentangan dengan prinsip keterbukaan. Menumbuhkan dan mempromosikan budaya keterbukaan dan transparansi mulai dari keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.

Sikap Adil dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sebagai warga negara yang baik, kita harus ikut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan jaminan keadilan. Jaminan keadilan bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah. Partisipasi warga negara juga mutlak diperlukan: Partisipasi secara dua arah diperlukan agar jaminan keadilan dapat berjalan dengan efektifj Partisipasi warga negara dalam upaya peningkatan jaminan keadilan dapat dilakukan dengan melakukan cara-cara sebagai berikut:

  1. Menaati setiap peraturan yang berlaku di negara Republik Indonesia.
  2. Menghormati setiap keputusan hukum yang dibuat oleh lembaga peradilan.
  3. Memberikan pengawasan terhadap jalannnya proses-proses hukum yang sedang berlangsung.
  4. Memberi dukungan terhadap pemerintah dalam upaya meningkatkan jaminan keadilan.
  5. Memahami serta menghormati hak dan kewajiban setiap warga negara.
    Untuk meminimalisasi terjadinya korupsi dibutuhkan peran aktif masyarakat, di antaranya sebagai berikut:
  6. Berusaha memahami berbagai aturan yang diterapkan pemerintah pada instansi-instansi tertentu.
  7. Mau mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai dengan aturan yang berlaku dalam mengurus suatu kepentingan di instansi tertentu.
  8. Jika terdapat kejanggalan dalam penerapan aturan, tanyakan dengan baik dan sopan kepada pejabat atau instansi yang berwenang untuk konfirmasi.
  9. Bersedia melaporkan atau menginformasikan pelaku korupsi kepada lembaga berwenang, seperti kejaksaan, kepolisian, dan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disertai dengan bukti-bukti awal yang memadai (tidak fitnah).
  10. Mau menjadi bagian anggota masyarakat yang memberi contoh dan keteladanan dalam menolak berbagai pemberian yang tidak semestinya.
  11. Melakukan kampanye preventif (pencegahan) sedini mungkin melalui jalur-jalur pendidikan formal maupun nonformal dengan melaksanakan program seperti pelajar BTP (Bersih, Transparah, Profesional) dan mengadakan lomba poster menolak suap/ korupsi dengan segala bentuknya.

Upaya Mewujudkan Keterbukaan dan Keadilan

Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jaminan keadilan dapat ditunjukkan dalam berbagai lingkungan kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Adapun bentuk sikap positif tersebut sebagai berikut:

Dilingkungan Keluarga

Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jamianan keadilan I di lingkungan keluarga dapat ditunjukkan dalam perilaku sebagai berikut.

  • Orang tua bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan anak-anaknya.
  • Orang tua bertanggung jawab untuk mendidik dan menyekolahkan anak- i anaknyna sehingga menjadikan manusia yang cerdas.
  • Orang tua mendengarkan usul dan pendapat anak.
  • Anak taat dan patuh kepada orang tua.
  • Anak wajib membantu orang tua dalam menjaga ñama baik keluarga.
  • Adanya kesamaan hak mengemukakan pendapat dalam musyawarah keluarga

Di lingkungan sekolah

Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jaminan keadilan di lingkungan sekolah dapt ditunjukkan dalam bentuk perilaku sebagai berikut.

  • Para siswa ikut menegakkan tata tertib yang berlaku di sekolah.
  • Pewan guru mendidik dan memberikan pelajaran.
  • Dewan gurú mémberi peringatan, nasihat, bimbingan, dan arahan kepada siswa.
  • Gurú memberikan hak kesempatan kepada peserta didik sesuai dengan hak peserta didik di sekolah.
  • Siswa memerima kritik dan sarán dari teman dalam diskusi kelas.
  • Siswa berani bertanya kepada gurú tentang pelajaran yang belum jelas.

Di lingkungan masyarakat

Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jaminan keadilan di lingkungan masyarakat dapat ditunjukkan dalam bentuk perilaku sebagai berikut:

  1. Warga masyarakat membiasakan diri untuk tunfuk dan menjalankan aturan yang telah dibuat bersama
  2. Turut serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
  3. Menjaga kebersihan lingkungan.
  4. Membina kerukuan bertetangga secara baik.
  5. Tidak membeda-bedakan anggota masyarakat dalam segala hal.
  6. Menjaga nama baik masyarakat.

MAKALAH PERATURAN PERUNDANG-UDANGAN DI INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

 

LATAR BELAKANG

Mengingat akan pentingnya arti sebuah pengaturan yang merupakan dasar dari pembentukan peraturan perundang-undangan dalam mengatur hubungan antar Negara dan warga Negara.  peraturan perundang-undangan juga dapat dipahami sebagai bagian dari social contrct (kontrak social) yang memuat aturan main dalam berbangsa dan bernegara.serta satu-satunya peraturan yang di buat untuk memberikan batasan-batasan tertentu terhadaap jalananya pemerinetahan.

sehingga dengan hal itu merupkan hal yang pentinglah kiranya bagi kita untuk mempelajari dan memahami semua hal yang berhubungan dengan konstitusi dan perundang-undangan.oleh kerena itu kami akan mencoba memeberikan sedikit gambaran tentang konstitusi ini secara umum dan bagaimana peranannya dalam sebuah Negara.

RUMUSAN MASALAH

  1. Pengertian
  2. Jenis dan hierarki
  3. Bahasa dalam peraturan peraturan perundang-undangan
  4. Pengundangan peraturan perundang-undangan

TUJUAN

  1. 1.  Menjelaskan Pengertian  peraturan peraturan perundang-undangan
  2. Menjelaskan Jenis dan hierarki peraturan peraturan perundang-undangan
  3. Menjelaskan Bahasa dalam peraturan peraturan perundang-undangan
  4. Menjelaskan Pengundangan peraturan perundang-undangan

    

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

PENGERTIAN

Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat berwenang dan mengikat secara umum. Peraturan perundang-undangan memuat aturan dan mekanisme hubungan antarwarga negara, antara warga negara dan negara, serta antara warga negara dengan pemerintah (pusat dan daerah), dan antarlembaga negara.

Peraturan perundang-undangan nasional adalah suatu peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah suatu negara, seperti negara Indonesia. Jadi, peraturan perundang-undangan nasional adalah aturan-aturan yang dibuat oleh lembaga-lembaga negara yang berwenang untuk dipatuhi oleh seluruh warga negara dalam lingkup nasional. Oleh karena itu, peraturan perundang-undangan berlaku bagi semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali.

JENIS DAN HIERARKI

Hierarki maksudnya peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Berikut adalah hierarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia menurut UU No. 12/2011 (yang menggantikan UU No. 10/2004) tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan:

UUD 1945, merupakan hukum dasar dalam Peraturan Perundang-undangan. UUD 1945 ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

  1. Ketetapan MPR
  2. Undang-Undang(UU)/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang (Perpu)
  3. Peraturan Pemerintah(PP)
  4. Peraturan Presiden(Perpres)
  5. Peraturan Daerah(Perda), termasuk pula Qanun yang berlaku di Aceh, serta Perdasus dan Perdasi yang berlaku di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dari Peraturan Perundang-undangan tersebut, aturan yang mengenai ketentuan pidana hanya dapat dimuat dalam Undang-Undang dan Peraturan Daerah.

Sedangkan peraturan perundang-undangan selain yang tercantum di atas, mencakup peraturan yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Yudisial, Bank Indonesia, Menteri, badan, lembaga, atau komisi yang setingkat yang dibentuk dengan Undang-Undang atau Pemerintah atas perintah Undang-Undang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Gubernur, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota, Kepala Desa atau yang setingkat diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang diperintahkan oleh Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan.

Undang Undang Dasar 1945

UUD 1945 merupakan hukum dasar dalam Peraturan Perundang-undangan. Naskah resmi UUD 1945 adalah:

  • Naskah UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presidenpada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada tanggal
  • Naskah Perubahan Pertama, Perubahan Kedua, Perubahan Ketiga, dan Perubahan Keempat UUD 1945 (masing-masing hasil Sidang Umum MPR Tahun 1999, 2000, 2001, 2002).
  • Undang-Undang Dasar 1945 Dalam Satu Naskah dinyatakan dalam Risalah Rapat Paripurna ke-5 Sidang Tahunan MPR Tahun 2002 sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini.

Ketetapan MPR

Perubahan (Amandemen) Undang-Undang Dasar 1945 membawa implikasi terhadap kedudukan, tugas, dan wewenang MPR. MPR yang dahulu berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara, kini berkedudukan sebagai lembaga negara yang setara dengan lembaga negara lainnya (seperti  Kepresidenan, DPRDPDBPKMA, dan MK).

Dengan demikian MPR kini hanya dapat menetapkan ketetapan yang bersifat penetapan, yaitu menetapkan Wapres menjadi Presiden, memilih Wapres apabila terjadi kekosongan jabatan Wapres, serta memilih Presiden dan Wapres apabila Presiden dan Wapres mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersama-sama.

UndangUndangPeraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang

Undang-Undang adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyatdengan persetujuan bersama Presiden. Materi muatan Undang-Undang adalah:

  • Mengatur lebih lanjut ketentuan UUD 1945 yang meliputi: hak-hak asasi manusia, hak dan kewajiban warga negara, pelaksanaan dan penegakan kedaulatan negara serta pembagian kekuasaan negara, wilayah dan pembagian daerah, kewarganegaraan dan kependudukan, serta keuangan negara.
  • Diperintahkan oleh suatu Undang-Undang Dasar 1945 untuk diatur dengan Undang-Undang.
  • Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presidendalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa. Materi muatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang adalah sama dengan materi muatan Undang-Undang.

Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa (negara dalam keadaan darurat), dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Perpu dibuat oleh presiden saja, tanpa adanya keterlibatan DPR
  • Perpu harus diajukan ke DPR dalam persidangan yang berikut.
  • DPR dapat menerima atau menolak Perpu dengan tidak mengadakan perubahan.
  • Jika ditolak DPR, Perpu tersebut harus dicabut.

Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan Undang-Undang sebagaimana mestinya. Materi muatan Peraturan Pemerintah adalah materi untuk menjalankan Undang-Undang sebagaimana mestinya.

Peraturan Presiden

Peraturan Presiden (Perpres) adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibuat oleh Presiden. Materi muatan Peraturan Presiden adalah materi yang diperintahkan oleh Undang-Undang atau materi untuk melaksanakanPeraturan Pemerintah.

Peraturan Daerah

Peraturan Daerah adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan persetujuan bersama kepala daerah (gubernur atau bupati/walikota).

Materi muatan Peraturan Daerah adalah seluruh materi muatan dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan, dan menampung kondisi khusus daerah serta penjabaran lebih lanjut Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi.

PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Agar setiap orang mengetahuinya, Peraturan Perundang-undangan harus diundangkan dengan menempatkannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia, Berita Negara Republik Indonesia, Lembaran Daerah, atau Berita Daerah.

BAHASA DALAM PERATURAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Bahasa peraturan perundang-undangan pada dasarnya tunduk kepada kaidah tata Bahasa Indonesia, baik yang menyangkut pembentukan kata, penyusunan kalimat, teknik penulisan, maupun pengejaannya. Namun bahasa Peraturan Perundang-undangan mempunyai corak tersendiri yang bercirikan kejernihan atau kejelasan pengertian, kelugasan, kebakuan, keserasian, dan ketaatan azas sesuai dengan kebutuhan hukum.

Penyerapan kata atau frasa bahasa asing yang banyak dipakai dan telah disesuaikan ejaannya dengan kaidah Bahasa Indonesia dapat digunakan, jika kata atau frasa tersebut memiliki konotasi yang cocok, lebih singkat bila dibandingkan dengan padanannya dalam Bahasa Indonesia, mempunyai corak internasional, lebih mempermudah tercapainya kesepakatan, atau lebih mudah dipahami daripada terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

 

  

 

BAB III

PENUTUP

 

 KESIMPULAN

Tata urutan peraturam perundangan Indonesia terdiri atas :

  1. Undang Undang Dasar 1945
  2. Ketetapan MPR
  3. Peraturan Daerah
  4. Peraturan Pemerintah
  5. Peraturan Presiden
  6. Undang-Undang / Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

MAKALAH BUDAYA DEMOKRASI DI INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sekarang bangsa Indonesia berada di era reformasi. Era reformasi ini ditandai dengan keinginan bersama untuk membentuk Negara Indonesia yang demokratis. Hal ini sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945, yaitu membentuk Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Kehidupan demokrasi yang diinginkan adalah bentuk pemerintahan demokrasi dan masyarakat yang demokratis.

Rumusan Masalah

Dalam tugas saya ini, saya akan mencoba membahas beberapa masalah antara lain :

1)  Makna Budaya Demokrasi beserta definisinya, dan

2)  Penerapan Budaya Demokrasi dalam Kehidupan Sehari – hari

Manfaat Penelitian

Untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan pembelajaran tentang makna demokrasi dan cara berperilaku demokrasi dalam lingkungan sehari – hari maupun bernegara.

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Budaya Demokrasi

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos artinya rakyat dan cratos / kratein artinya berkuasa. Demokrasi artinya pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat  (agovernment of the people by the people and for the people). Budaya demokrasi merupakanpola-pola sikap dan orientasi politik yang bersumber dari nilai-nilai dasar demokrasi dan yang seharusnya dimiliki oleh setiap warga dari sistem politik demokrasi. Menurut pakar politik Macridis dan Brown inti budaya demokrasi adalah kerja sama, saling percaya menghargai keanekaragaman, toleransi, kesama derajatan dan kompromi.

Prinsip-Prinsip Bduaya Demokrasi

  1. Prinsip-prinsip Budaya Demokrasi Secara Universal antara lain :
  2. Kekuasaan suatu negara yang sebenarnya berada di tangan rakyat atau kedaulatan ada di tangan rakyat.
  3. Masing-masing orang bebas berbicara, mengeluarkan pendapat, beda pendapat dan tidak ada paksaan.

Dari dua prinsip dasar tersebut, konferensi tahun 1965 menegaskan bahwa syarat-syarat negara demokrasi sebagai berikut :

  1. Adanya perlindungan HAM secara yuridis konstitusional.
  2. Adanya kebebasan mengeluarkan pendapat.
  3. Adanya kebebasan berserikat, berorganisasi dan beroposisi.
  4. Adanya pendidikan politik warga negara.
  5. Adanya badan peradilan yang bebas dan adil.

Pada dasarnya budaya demokrasi yang ada di dunia ada 2 macam :

Demokrasi Konstitusional

Ciri khas Demokrasi Konstitusional bahwa pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang kekuasaannya terbatas dan tidak bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. Pembatasan kekuasaan pemerintahan tercantum dalam konstitusi antara lain Eropa Barat, Amerika Serikat, India, Pakistan, Indonesia, Filipina dan Singapura.

Demokrasi Proletar

Demokrasi proletar adalah demokrasi yang berlandaskan ajaran komunisme dan marxisme. Paham demokrasi ini tidak mengakui hak asasi warga negara, oleh sebab itu ajaran demokrasi komunisme bertentangan dengan demokrasi konstitusional. Negara-negara yang menganut demokrasi komunis antara lain Erop Timur, Kuba, RRC, Korea Utara, Vietnam dan Rusia.

  1. Prinsip-prinsip budaya Demokrasi Pancasila

Pelaksanaan demokrasi Pancasila berarti menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, saling menghargai serta selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Kegiatan sosial politik masyarakat atas dasar demokrasi Pancasila, bersumber pada kepribadian dan pandangan hidup bangsa. Hal ini tertuang dalam :

  1. Pembukaan UUD 1945 Alinea IV.
  2. Batang tubuh UUD 1945

Prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila antara lain :

  1. Kedaulatan di tangan rakyat.
  2. Pengakuan dan perlindungan terhadap HAM.
  3. Pemerintahan berdasarkan hukum (konstitusi)
  4. Peradilan yang bebas tidak memihak.
  5. Pengambilan putusan atas musyawarah.
  6. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik
  7. Pemilu yang demokratis.

Proses Demokrasi Menuju Masyarakat Madani

Pemerintahan yang kuat dan stabil adalah pemerintahan yang didukung oleh rakyat. Dukungan rakyat dapat diperoleh apabila rakyat dilibatkan dalam proses pelaksanaan pemerintahan secara demokratis. Semakin tinggi tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi dalam berbagai kehidupan akan menjadikan masyarakat untuk dapat hidup mandiri dengan tidak banyak mengharapkan bantuan dari pihak lain.

Berkaitan dengan cita-cita bangsa menuju masyarakat madani, sebenarnya demokrasi Pancasila sudah searah dan sejalan dengan hal itu,  yaitu :

  1. Demokrasi.
  2. Rukun dan damai.
  3. Sejahtera,makmur, aman dan damai.
  4. Sadar hukum dan mengakui supremasi hukum.
  5. Sumber daya manusianya berkualitas tinggi, mandiri dan profesional dengan moral dan akhlak yang tinggi.
  6. Partai politiknya kuat dan sangat berfungsi menampung aspirasi rakyat.
  7. Terbuka dan transparan.
  8. Mengakui dan mengjhargai perbedaan.
  9. Memiliki integrasi nasional yang kokoh.
  10. Hubungan negara dengan warga negaranya setara.

Untuk mencapai konsep masyarakat madani dengan manusia yang bersumber daya tinggi, harus dimulai dengan konsep manusia yang benar, yaitu manusia sebagai makhluk organis ciptaan Tuhan yang baik.

Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia

  1. Orde Lama
  2. Demokrasi Liberal (1945 – 1959)

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno dipercaya sebagai Presiden RI yang pertama. Untuk kelanjutan pembentukan susunan pemerintahan, PPKI membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada tanggal 29 Agustus 1945 dengan ketua Kasman Siswodimedjo. Hasilnya antara lain sebagai berikut :

  • Terbentuknya 12 Departemen Kenegaraan.
  • Pembagian wilayah Pemerintahan RI menjadi 8 provinsi.

Untuk menghindari kekuasaan Presiden yang terpusat, KNIP justru mengusung pemerintahan RI kepada sistem parlementer. Sehingga pada tanggal 14 November 1945 terbentuk susunan kabinet berdasarkan sistem parlementer (Demokrasi Liberal). Namun sistem demokrasi liberal tidak berhasil dilaksanakan di Indonesia karena tidak sesuai dengan pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut dikeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang isinya mengusulkan pembuatan konstituante, berlakunya kembali UUD 1945 dan pembentukan MPRS dan DPAS.

  1. Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Dengan dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959 maka demokrasi liberal diganti dengan demokrasi terpimpin. Situasi politik pada masa demokrasi terpimpin diwarnai tiga kekuatan politik utama, yaitu : Soekarno, PKI dan angkatan darat. Pada masa demokrasi terpimpin banyak terjadi penyelewengan terhadap pancasila dan UUD 1945 antara lain pemebentukan Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis), Tap MPRS No. III/MPRS/1963 tentang pengangkatan Soekarno sebagai “Presiden Seumur Hidup”, dan penyelewengan lainnya.

Akhirnya, pemerintahan Orde Lama beserta demokrasi terpimpin jatuh setelah terjadinya peristiwa G 30 S/PKI Tahun 1965 dengan diikuti krisis ekonomi yang cukup parah hingga dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

  1. Demokrasi Pancasila

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dijiwai oleh sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, perasatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Orde Baru (1966 – 1998)

Berdasarkan pengalaman Orde Lama, pemerintahan Orde Bar berupaya menciptakan stabilitas politik dan keamanan untuk menjalankan pemerintahannya. Namun stabilitas politik dan keamanan yang diciptakan justru mengekang kelompok kepentingan dan partai politik lain yang menginginkan perubahan demokrasi dengan merangkul ABRI.

Pada masa orde baru Indonesia dilanda krisis ekonomi yang serius. Rakyat menuntut perubahan tata pemerintahan. Orde Baru dibawah pimpinan Soeharto tidak bisa dipertahankan dan terpaksa mundur dari kekuasaannya, kekuasaan pun dilimpahkan kepada B.J Habibie.

Masa Reformasi (1998 – Sekarang)

Kepemimpinan rezim B.J Habibie untuk memulai demokrasi tidak mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat sehingga kekuasaannya tidak dapat dipertahankan. Melalui Pemilu terpilihlah K.H Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI. Akan tetapi K.H Abdurrahman Wahid menyalahgunakan kekuasaannya sehinga ia tersingkir dari kekuasaannya dan digantikan oleh Megawati Soekarno Putri. Pada masa ini  proses pemerintahan mash sulit untuk dikuasai sehingga ketidak puasan kembali dirasakan oleh rakyat.

Pemilu, Wujud Budaya Demokrasi di Indonesia

Penyelenggaraan Pemilu tahun 2004 diatur dalam UU No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu. Tujuan dilakukannya pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemilu merupakan wujud pelaksanaan demokrasi Pancasila dalam bernegara. Bentuk demokrasi yang paling cocok bagi bangsa Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Pada UUD 1945 pasal 28 telah dicantumkan bahwa setiap warga negara Indonesia hendaknya ikut berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan pemilu.

  1. Landasan Pemilu
  • Landasan Idiil                   : Pancasila
  • Landasan konstitusional   : UUD 1945
  • Landasan Operasional       :

  1. a)      Ketetapan MPR No. III/MPR/1998
  2. b)      UU No. 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik
  3. c)      UU No. 12 Tahun 2003 Tentang Pemilu.

  1. Fungsi Pemilu
  2. a)      Sarana memilih pejabat publik (pemerintah)
  3. b)      Sarana pertanggungjawaban pejabat publik.
  4. c)      Sarana pendidikan politik

Warga Negara Indonesia memiliki 2 hak pilih :

1)   Hak pilih aktif, adalah hak untuk wakil-wakil rakyat yang akan duduk di badan permusyawaratan/perwakilan (MPR/DPR) dalam pemilu.

2) Hak pilih pasif, adalah hak untuk dipilih menjadi anggota badan permusyawaratan/perwakilan (MPR/DPR) dalam pemilu.

Sikap masyarakat Indonesia terhadap hak memilih dan dipilih :

1)   Menggunakan hak memilih dan dipilih dengan sebaik-baiknya.

2)   Menghormati badan-badan permusyawaratan/perwakilan.

3)   Menerima dan melaksanakan hasil keputusan yang telah dilakukan secara demokratis dan benar-benar dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab.

Menurut UU RI No. 22 Tahun 2003, susunan dan kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD sebagai berikut :

1)  DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan pemilu.

  1. a)   Anggota DPR berjumlah 550 kursi.
  2. b)   Keanggotaan DPR diresmikan dengan keputusan presiden.
  3. c)   Anggota DPR berdomisili di ibukota negara RI

2)   DPD terdiri atas wakil-wakil daerah provinsi yang dipilih melalui pemilu

  1. a)   Anggota DPD dari setiap provinsi ditetapkan sebanyak 4 kursi.
  2. b)   Jumlah seluruh anggota DPD tidak boleh lebih sepertiga anggota DPR
  3. c)   Keanggotaan DPD diresmikan dengan keputusan presiden.
  4. d)   Anggota DPD berdomisili di daerah pemilihannya dan selama bersidang bertempat di Ibukota negara RI.

3)   DPRD Provinsi terdiri atas anggota partai politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan hasil pemilu.

  1. a)   Anggota DPRD provinsi diresmikan dengan berjumlah sekurang-kurangnya 35 kursi dan sebanyak-banyaknya 100 kursi.
  2. b)   Keanggotaan DPRD provinsi diresmikan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden.
  3. c)   Anggota DPRD Provinsi berdomisili di Ibukota Provinsi yang bersangkutan.

4)   DPRD Kabupaten/Kota terdiri atas anggota partai politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan hasil pemilu.

  1. a)   Anggota DPRD Kabupaten/Kota berjumlah sekurang-kurangnya 20 kursi dan sebanyak-banyaknya 20 kursi.
  2. b)   Keanggotaan DPRD Kabupaten/Kota diresmikan dengan keputusab Gubernur atas nama presiden.
  3. c)   Anggota DPRD Kabupaten/Kota berdomisili di Kabupaten/Kota bersangkutan.

Perilaku Budaya Demokrasi

  1. Budaya Demokrasi Di Lingkungan Keluarga

Dalam keluarga hendaknya selalu dibiasakan menyelesaikan berbagai persoalan dan kepentingan dengan cara musyawarah. Manfaat musyawarah antara lain :

  1. Seluruh anggota keluarga merasa punya arti atau peranan.
  2. Anggota keluarga ikut bertanggung jawab terhadap keputusan bersama.
  3. Tidak ada anggota keluarga yang merasa ditinggalkan.
  4. Semangat kekeluargaan dan kebersamaan semakin kokoh.

  1. Budaya Demokrasi Di Lingkungan Sekolah
  2. Menyusun tata tertib oleh seluruh unsur di sekolah.
  3. Menyusun kelompok piket kelas.
  4. Memilih ketua osis.
  5. Melibatkan semua pihak dalam memecahkan persoalan bersama.

  1. Budaya Demokrasi Di Lingkungan Masyarakat
  2. Program-program pengembangan masyarakat atau lingkungan.
  3. Pemilihan ketua RT.

  1. Budaya Demokrasi Di Lingkungan Negara

Contohnya :

  1. Terlibat dalam Pemilu baik memilih wakil-wakil rakyat ataupun memilih presiden dan wakil presiden.
  2. Melalui wakil-wakilnya terlibat dalam penyusunan UU.
  3. Melakukan pengawasan baik terhadap wakil rakyat maupun pemerintah melalui media massa.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Demokrasi bias diartikan secara etimologis dan terminologis. Secara etimologis, demokrasi adalah pemerintahan atau kekuasaan rakyat, sedangkan secara terminologis adalah menurut pengertian para ahli.
  2. Demokrasi tidak hanya merupakan bentuk pemerintahan tetapi juga pola sikap dan budaya suatu masyarakat. Negara demokrasi mengharuskan adanya dua persyaratan, yaitu adanya pemerintahan demokrasi dan budaya demokrasi.
  3. Budaya demokrasi berisi nilai – nilai demokrasi yang dimiliki, dikembangkan, dan dipraktikan oleh masyarakat. Masyarakat yang berbudaya demokrasi atau masyarakat demokratis akan mendukung pemerintahan demokrasi.
  4. Nilai – nilai demokrasi tidak hanya dimiliki oleh warga Negara, tetapi juga oleh para penyelenggara Negara atau para pemimpin Negara. Budaya demokrasi perlu dipraktikan dalam berbagai kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

http://dunia-blajar.blogspot.co.id/2016/03/makalah-lengkap-tentang-budaya.html

http://idrap.or.id/news/detailArtikel.php?ID=51

http://www.scribd.com/doc/45908210/Pengertian-budaya-demokrasi

http://nursetiawanti.wordpress.com/2008/06/04/makalah-demokrasi/

http://www.anneahira.com/pengertian-budaya-demokrasi.htm

http://dedekrenz.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-prinsip-prinsip-budaya.html

http://dessypuspita.com/blog/2011/02/19/budaya-demokrasi-2/http://agus-prasetiyo.blogspot.com/2012/04/kriteria-negara-demokrasi-menurut-franz.html

KARYA ILMIAH PENGELOHAN PUPUK KOMPOS

ABSTRAK

Karya ilmiah yang berjudul Pengolahan Pupuk Kompos di Desa Manistutu ini membahas pengolahan pupuk kompos, pengaruh pupuk kompos pada ksuburan tanah serta keuntungan dengan menggunakan pupuk kompos.
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan pupuk kompos di desa Manistutu. Sehingga masyarakat akan mendapat sdikit informasi dari membaca karya ilmiah ini.
Metode yang dipergunakan adalah dengan melakukan pengamatan atau penelitian langsung terhadap pengolahan pupuk kompos di lingkungan Manistutu. Lalu penulis yang menurut penulis cukup mengerti tntang masalah ini.
Berdasarkan penelitian masyarakat sekitar banyak mengalami masalah-masalah. Salah satu penyebabnya adalah memerlukan modal dan memerlukan lahan untuk membuat pupuk kompos.

BAB II
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Kompos ,sebenarnya sudah kita kenal sejak dahulu kala.Leluhur kita telah lama mempelajari nilai penggunaan kompos itu. Mereka menerima panen yang melimpah setelah hutan primer dibuka. Tempat yang dibuka itu bagian atasnya mengandung tanah yang sangat subur,yang terjadi dari daun-daun,rumput-rumput hancur yang tercampur kotoran burung dan binatang-binatang sehingga terkumpul berabad-abad. Namun ketika mereka berdiam di tempat tersebut dan mengolahnya dari tahun ke tahun,mereka melihat kesuburan tanah itu semakin berkurang.Maka,mereka mulai meniru hutan alam, memulihkan tanah tersebut dengan daun-daun, rumput, semak-semak dan kotoran yang dapat dikumpulkan. Dengan demikian tanah dijaga agar tetap subur.Nah, lalu lupakah kita akan pelajaran leluhur kita? Adalah bijaksana, bila kita kembali ke kebiasaan kuno itu.Yakni mempraktekkan penutupan tanah dengan daun-daunan, jerami serta menggunakan kompos dalam ladang kita. Kita harus kembalikan ke tanah,segala bahan sisa tumbuh-tumbuhan dan hewan yang terkumpul itu dan jangan membakar atau membuangnya.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian khusus untuk mengetahui cara pengolaha pupuk kompos di Desa Manistutu.Dengan adanya penelitian ini,diharapkan dapat memberi informasi kepada masyarakat bahwa pupuk kompos lebih baik daripada pupuk kimia yang biasanya ada di pasaran dan juga sampah dari daun-daunan yang ada di sekitar kita juga dapat digunakan sebagai pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman.

1.2 Perumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dan akan dibahas dalam karya ilmiah ini adalah:
1.2.1 Apa itu pupuk kompos?
1.2.2 Apa manfaat pupuk kompos?
1.2.3 Apa saja yang bias dibuat pupuk kompos?

1.2.4 Apa maksud dari pembuatan pupuk kompos?
1.2.5 Ada berapa cara pembuatan pupuk kompos?
1.2.6 Apa saja pedoman dalam pembuatan pupuk kompo?
1.2.7 Apa saja syarat-syarat kebrhasilan pembuatan pupuk kompos?
1.2.8 Bagaimana cara membuat pupuk kompos yang cepat dan mudah?
1.2.9 Mengapa pupuk kompos berpengaruh pada kesuburan tanah?
1.2.10 Bagaimana cara mempergunakan pupuk kompos?
1.2.11 Apa keuntungan denagn menggunakan pupuk kompos?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dibuat karya tulis ini meliputi 2 aspk yaitu tujuan umum dan tujuan khusus
1.3.1 Tujuan Umum
1.3.1.1 Untuk menginformaikan kepada masyarakat mengenai pengolahan pupuk kompos.
1.3.1.2 Untuk menambah wawasan kepada pembaca tntang pengolahan pupuk kompos.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Untuk menyelesaikan tugas karya ilmiah yang diberikan.
1.3.2.2 Untuk mlatih kemampuan dalam pembuatan karya ilmiah.
1.3.2.3 Untuk mengetahui cara/plaksana pngolahan pupuk kompos.

1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat pnlitian yang pnulis lakukan adalah bagai berikut:
1.4.1 Bagi pembaca, hasil dari penelitian ini dapat membrikan informasi mengnai pengolahan pupuk kompos.
1.4.2 Bagi penulis, hasil dari penelitian dapat membrikan pengetahuan dalam meneliti sesuatu dan dapat memahami dalam pembuatan karya ilmiah.

1.5 Ruang Lingkup
Karena keterbukaan waktu, biaya dan tempat yang dimilki penulis, maka penulis memilih dsa Manistutu sebagai mdia penelitian dengan membatasi hal-hal yang akan dibahas adalah pengertian pupuk kompos, cara-cara pembuatan pupuk kompos, pedoman dalam pembuatan pupuk kompos,syarat-syarat keberhasilan pembuatan pupuk kompos,cara membuat pupuk kompos yang cepat dan muadah, pengaruh pupuk kompos pada kesuburan tanah,cara mempergunakan pupuk kompos,dan keuntungan dengan menggunakan pupuk kompos. Itulah tujuan penulis membuat ruang lingkup masalah.

1.6 Metode Penelitian
Untuk mendapat informasi dat dan informasi yang diperlukan penulis mempergunakan metode observasi.Adapun teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah:
1.6.1 Teknik Pengamatan Langsung
Pada teknik ini penulis terjun langsung ke lingkungan Manistutu, guna mengetahui informasi tentang pengolahan pupuk kompos.
1.6.2 Teknik Wawancara
Tujuan dari teknik ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kasus yang dibahas. Respondennya adalah orang tua penulis dan masyarakat sekitar lingkungan Manistutu yang penulis anggap cukup mengerti tentang masalah ini.
1.6.3 Studi Pustaka
Pada metode ini penulis membaca buku-buku yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah atau teknik penulisan karya ilmiah.

1.7 Hipotesis
Penelitian ini dilakukan berantai dari keyakinan penulis setelah cukup melakukan pengenalan masalah. Adapun keyakinan tersebut adalah “Ada factor manusia baik factor dalam maupun factor luar”. Dan factor teknologi ataupun informasi yang kurang dimiliki oleh masyarakat dalam pengolahan pupuk kompos. Inilah salah satunya menjadi factor yang dominan sebagai penyebab.

1.8 Waktu Lokasi Penelitian
Jangka waktu penelitian adalah satu minggu tepatnya selesai Januari 2011. Penelitian ini dimulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, kegiatan blapangan, pengamatan hingga penulisan hasil penelitian. Lokasi dalam melakukan penelitian ini di batasi hanya meliputi desa Manistutu.

1.9 Sistematika Penulisan
Pada karya ilmiah penulis akan menjelaskan hasil penelitian di lapangan di mulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat , ruang lingkup, metode hipotesis, waktu dan lokasi penelitian dan sistematika penulisan.
Pada bab kedua penulis akan memaparkan data yang diperoleh dan membahasnya satu persatuterutama berkaitan dengan pengolahan pupuk kompos.
Bab ketiga merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini, penulis menyimpulkan uraian sebelumnya dan memberikan saran mengenai bagaimana cara mengatasi masalah dalam hal pengolahan pupuk kompos.

BAB II
PEMBAHASAN

 

2.1. Pengertian Pupuk Kompos
Kompos adalah bahan organis yang telah menjadi lapuk, seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, rumput-rumputan, dedak padi, batang jagung, sulur, carang-carang serta kotoran hewan. Bila bahan-bahan itu sudah hancur dan lapuk, disebut pupuk organis. Jenis-jenis bahan ini menjadi lapuk, disebut pupuk organis. Jenis-jenis bahan ini menjadi lapuk dan busuk bila berada dalam keadaan basah dan lembab, seperti halnya daun-daun menjadi lapuk bila jatuh ke tanah dan berubah menjadi bagian tanah. Di lingkungan alam terbuka, kompos bisa terjadi dengan sendirinya. Lewat prose salami, rumput, daun-daunan dan kotoran hewan serta sampah lainnya lama kelamaan membususuk karena kerjasama antara mikro organis dengan cuaca.
Proses tersebut bisa dipercepat oleh perlakuan manusia, hingga menghasilkan kompos yang berkualitas baik, dalam waktu tidak terlalu lama. Sebab jika sewaktu-waktu kompos tersebut kita perlukan segera, kita tidak mungkin menunggu kompos dari hasil proses alam yang membutuhkan jangka waktu agak lama.

2.2. Manfaat Pupuk Kompos
Bahan organis yang telah terkompos dengan baik, bukan hanya memperkaya bahan makanan untuk tanaman tetapi terutama berperanan besar terhadap perbaikan sifat-sifat tanah.Adapun manfaat pupuk kompos adalah:
2.2.1 Pupuk kompos memperbesar daya ikat tanah yang berpasir,sehingga struktur tanah dapat diperbaiki dan tidak terlalu berderai.
2.2.2 Pupuk kompos dapat memperbaiki struktur tanah berlempung, sehingga tanah yang tadinya berat dengan penambahan bahan organis akan menjadi lebih ringan.
2.2.3 Pupuk kompos dalam tanah akan mempertinggi kemampuan penampungan air , sehingga tanah dapat lebih banyak menyediakan air bagi tanaman.
2.2.4 Pupuk kompos dalam tanah memperbaiki drainage dan tata udara tanah, terutama pada tanah berat.Dengan tata udara tanah yang baik dan kandungan air yang cukup tinggi, maka suhu tanah akan lebih stabil.
2.2.5 Pupuk kompos dapat meningkatkan pengaruh pemupukan dari pupuk-pupuk buatan.
2.2.6 Pupuk kompos mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara, sehingga tidak mudah larut oleh air pengairan atau air hujan.

2.3. Bahan-Bahan Untuk Pembuatan Pupuk Kompos
Pada prinsipnya semua bahan yang berasal dari mahluk hidup atau bahan organik dapat dikomposkan. Seresah, daun-daunan, pangkasan rumput, ranting, dan sisa kayu dapat dikomposkan. Kotoran ternak, binatang, bahkan kotoran manusia bisa dikomposkan. Kompos dari kotoran ternak lebih dikenal dengan istilah pupuk kandang. Sisa makanan dan bangkai binatang bisa juga menjadi kompos. Ada bahan yang mudah dikomposkan, ada bahan yang agak mudah, dan ada yang sulit dikomposkan. Sebagian besar bahan organik mudah dikomposkan. Bahan yang agak mudah alias agak sulit dikomposkan antara lain: kayu keras, batang, dan bambu. Bahan yang sulit dikomposkan antara lain adalah kayu-kayu yang sangat keras, tulang, rambuttanduk, dan bulu binatang.

2.4. Maksud Pembuatan Kompos
Dengan pupuk kandang dan pupuk hijau saja, kebutuhan bahan organis untuk pemupukan belum terpenuhi,hal ini disebabkan oleh untuk memperolah pupuk kandang dalam jumlah yang besar , lebih-lebih yang sudah masak, sangatlah sukar dan penanaman pupuk hijau tidak selalu berhasil, antara lain disebabkan adanya keberatan jika harus mengorbankan tanah yang ditanami tanam-tanaman lain yang menghasilkan.
Pertimbangan lain penggunaan kompos, adalah mengingat pemakain pupuk buatan memakan biaya. Pupuk buatan juga dapat dihanyutkan air atau menguap ke udara,Tetapi jika kita campur pupuk buatan tersebut dengan sisa tumbuhan atau bahan baku lain yang dikompos,maka pupuk buatan tersebut tidak akan mudah dihanyutkan hujan atau menguap ke udara.Beberapa petani yang telah berhasil mengatakan bahwa satu sak pupuk buatan dicampur kompos lebih baik daripada tiga sak pupuk buatan tanpa dicampur kompos.pupuk buatan yang dicampur kompos menjadi pupuk organis yang diperkaya.
Penggalakan penggunaan kompos, dapat juga dimanfaatkan dari persediaan bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan(jerami,sampah kota,dan lain-lain). Dalam jumlah banyak.Telah diketahui bahwa C/N tanah-tanah: 10-12.Maka bahan organis yang akan digunakan sebagai pupuk , sebaiknya mempunyai perbandingan yang masih segar pada umumnya C/N-nya tinggi, jadi belum bias langsung digunakan sebagai kompos.
Bahan-bahan yang mempunyai C/N sama atau mendekati C/N tanah, tentu dapat dengan langsung digunakan. Tetapi sebelum digunakan sebagai pupuk, sebaiknya dikomposkan dahulu.Ini supaya C/n-nya menjadi lebih rendah atau mendekati C/N tanah.
Jadi pembuatan kompos adalah menumpukkan bahan-bahan organis dan membiarkannya terurai menjadi bahan-bahan yang mempunyai perbandingan.C/N yang rendah sebelum d igunakan sebagai pupuk.
Ada beberapa alasan mengapa bahan-bahan organis itu harus dikomposkan dahulu:
2.4.1 Kita tidak selalu mempunyai pupuk kandang atau bahan-bahan organis lain pada saat kita memerlukannya. Seringkali kita harus membiarkannya sampai tiba saat yang tepat untuk menggunakan bahan organis itu. Jadi pembuatan kompos merupakan cara penyimpanan bahan organis sebelum digunakan sebagai pupuk.
2.4.2 Struktur bahan organis segar sangat kasar dan daya ikatnya terhadap air kecil. Bila langsung dibenamkan maka akan mengakibatkan tanah menjadi sangat berderai.Hal ini mungkin baik bagi tanah-tanah yang berat, tetapi tidaklah demikian bagi tanah-tanah yang ringan, terutama tanah pasir.Lebih-lebih bila keadaannya terbuka.
2.4.3 Bila tanah cukup mengandung udara dan air, peruraian bahan organis itu akan berlangsung dengan cepat. Akibatnya jumlah CO2 dalam tanah akan meningkat dengan cepat sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terganggu.
2.4.4 Bahan segar pada saat peruraiannya hanya sedikit sekali memberikan humus dan unsure-unsur hara ke dalam tanah. Jadi untuk memperoleh humus yang cukup banyak, diperlukan banyak sekali bahan segar.
2.4.5 Pada pembuatan kompos, biji-biji semak yang merugikan, hama dan penyakit tanaman sebagian besar terbunuh karena panas yang ditimbul di dalam tumpukan kompos.
2.4.6 Seringkali dilakukan pembakaran bahan organis sebagai usaha mempercepat proses mineralisasi.Dengan cara ini tidak akan diperoleh penambahan humus ke dalam tanah karena habis terbakar.

2.5. Beberapa cara Pembuatan Pupuk Kompos
Manfaat dan bahan-bahan untuk pembuatan kompos telah kita ketahui.Demikian pula mengenai maksud pembuatan kompos.Sekarang kita perlu mengenal beberapa cara pembuatan kompos yang pernah dilakukan.Hal ini dimaksudkan agar kita bisa memetik pengalaman dan mengambil manfaat dari cara-cara yang telah ada, jika kita hendak membuat kompos sendiri.
2.5.1 Cara Tradisional
Cara pembuatan pupuk kompos secara kuno adalah menimbun segala bahan yang tidak dipergunakan lagi di atas tanah setinggi lebih 30 cm, dan meletakkan di atasnya selapis pupuk atau kotoranhewan. Kotoran ayam, babi, kerbau, kuda dan kambing, semuanya merupakan pupuk yang sangat baik.Pada bagian atas kotoran hewan tadi kita tabor sedikit abu dan kapur. Kemudian di atasnya kita tambahkan lagi lapis sisa-sisa tumbuhan dengan lebih banyak lagi kotoran hewan. Dengan cara ini, terus menerus disusun lapisan-lapisan yang saling bergantian, sehingga tumpukan itu menjadi satu setengah meter tinggi,panjang dan lebarnya.
Tumpukan kompos harus lembab tetapi tidak boleh basah atau digenangi air. Kebanyakan petani dalam musim hujan menutupi tumpukan komposnya dengan daun pisang supaya jangan menjadi terlalu basah.Dalam jangka waktu tiga bulan tumpukan kompos itu akan menyusut kurang lebih sepersepuluh dari ukurannya semula. Hal tersebut adalah karena timbunan sisa tumbuh-tumbuhan, pupuk dan tanah tersebut menghalangi penambahan zat asam arang. Dengan sendirinya, memperlambat proses pembusukan. Ini bisa terjadi karena timbunan yang terdiri dari macam-macam material, mempunyai kecenderungan untuk jadi padat. Sesuai dengan material yang digunakan (dan tingkat kelembaban pada timbunan) kita mungkin akan terpaksa mengaduk timbunan itu lebih sering untuk mencegah pembiakan bakteri Anaerobic.
Memang, cara pembuatan kompos semacam ini masih sering dilakukan, dan nyatanya masih banyak petani yang berhasil dengan cara ini. Tapi kita telah sama-sama memaklumi kelemahannya, yaitu kita memerlukan waktu yang kelewat lama.
2.5.2 Pembuatan Kompos Menurut Fa Jaya Tani
Sebagai bahan adalah sampah-sampah kota yang sudah ditumpuk bertahun-tahun. Sampah yang telah membusuk ini diayak, dipisahkan bagian yang tidak dapat membusuk, kemudian dikeringkan.
Setelah kering, diayak kembali.Hasil ayakan lalu dibubuhi belerang secukupnya.Bahan campuran ini lalu dimasukkan ke kantong plastik dengan macam-macam ukuran, yaitu: 5 kg, 10 kg dan 40 kg.Kompos ini selain dapat memperbaiki struktur tanah, juga dapat memperkaya kandungan unsure hara dalam tanah.
2.5.3 Pembuatan Kompos Menurut De Ligt
Pada pembuatan kompos ini, selain memanfaatkan hasil samping dari pabrik kopi yang berupa kulit buah kopi, juga memanfaatkan sampah-sampah dari kampung.
Bahan untuk pembuatan kompos tersebut terdiri dari kulit buah kopi, sampah kampong, pupuk kandang, serta abu kapur. Bahan-bahan ini sangat mudah diperoleh di lingkungan daerah pabrik ini.
Jika pabrik bekerja, maka tiap hari bisa diperoleh sampah-sampah yang langsung dipergunakan sebagai bahan kompos dengan perbandingan sebagai berikut:
– 6,3 M3 kulit buah kopi yang bersal dari 10 pikul buah kopi.
– 750 kg pupuk kandang baru, kira-kira sebanyak 50 blek.
– 21/4-4 M3 sampah kampong.
– 30 kg abu dari kayu.
Kulit-kulit buah kopi dari pabrik tersebut diisikan ke dalam bak-bak tempat kompos yang disemen. Bersama dengan kulit-kulit ini diisikan pula pupuk kandang dan sampah-sampah dari kampung. Tinggi timbunan di dalam bak 1 meter, dan di atasnya ditutup abu. Dengan demikian lalat-lalat dapat dihindarkan.
Dasar bak dibuat dari tanah yang dipadatkan dan miring ke dalam. Maksudnya agar cairan-cairan yang mengendap ke dasar dapat mudah keluar. Cairan-cairan ini dikumpulkan di dalam drum-drum, kemudian disiramkan kembali pada timbunan-timbunan di dalam bak. Air abu alkalis yang meresap ke bawah, baik sekali pengaruhnya terhadap peruraian bahan-bahan bakal di bagian bawah. Sedang asam-asam organis yang terbentuk dari zat gula yang terdapat di dalam kulit kopi, dinetralkan.rseBahan-bahan tersebut mengandung banyak zat gula dan hidrat arang bertingkat tinggi. Maka timbunan bahan-bahan itu tidak boleh diinjak-injak, agar tidak menjadi anaerob. Oleh karena itu sebaiknya di dasar bak diberi bumbung-bumbung bamboo agar udara dapat masuk kedalamnya. Juga bak-bak itu perlu diberi atap.Setelah proses tersebut berlangsung, tidak berselang lama suhu di dalam bak naik sampai kurang lebih 50 derajat Celcius, tapi setelah itu suhu turun lagi.
Tiap-tiap tiga minggu sekali isi bak dibalik, maka setelah 2 atau 3 bulan kompos telah masak. Volumenya berkurang kurang lebih 1/3 bagiannya. Dari 1 ton buah kopi yang dikerjakan oleh pabrik bisa didapatkan kurang lebih 0,4 ton kompos.
Hasil kompos mengandung agak banyak zat air(kurang lebih 75%), tetapi cukup mengandung beberapa zat-zat makanan tumbuh-tumbuhan seperti terdapat dalam daftar di bawah ini:
Untuk kepentingan pe ngangkutannya, maka kompos tersebut dikeringkan hingga kandungan airnya tinggal 50 atau 60%. Berat jenisnya rendah, rata-rata 0,67.Mengenai pemakainnya, diberikan tiap tahun kira-kira sebanyak 5 kg, bahan kering atau 10-12 kg, kompos masak(basah), untuk setiap pohon. Cara memberikannya sama dengan cara memberikan pupuk kandang.Memang hasil kompos tersebut mengandung berbagai komponen yang sangat diperlukan tanamnn. Tapi sayang, model pembuatan kompos semacam ini sangat khusus sifatnya. Yakni hanya dilaksanakan di lingkungan pabrik kopi.
2.5.4 Pembuatan Kompos Menurut Muchtar
Bahan yang digunakan: jerami, pupuk kandang dan air. Jerami dipotong-potong sepanjang 30 cm, dicampur dengan pupuk kandang dan air hingga merata. Supaya pencampuran merata maka harus dilakukan sedikit demi sedikit dalam perbandingan 25 kg jerami, 5 kg pupuk kandang dan 75 liter air. Campuran ditumpuk berlapis-lapis sambil diinjak-injak.Ukuran tumpukan panjang 2 m, sedang tingginya 11/2 M. Dengan ukuran 2x2x11/2 m ini diperlukan kira-kira 800 kg jerami, 60 kg pupuk kandang dan 1200 liter air.Setelah timbunan selesai, bagian sisi dan atasnya ditutup dengan gedeg(dinding anyaman bamboo). Berturut-turut setelah 1 dan 2 bulan timbunan tersebut dibongkar dan dibalik. Pembongkaran dilakukan dengan jalan memotong timbunan secara vertical lalu ditimbun kembali. Baru setelah 3 bulan kompos menjadi masakdengan warna kehitam-hitaman, dan telah bias dipergunakan.

2.6 Beberapa Pedoman Dalam Pembuatan Kompos
Mengingat berbagai factor perubahan yang terjadi di dalam tumpukan kompos, maka pada pembuatan kompos hendaklah diperhatikan beberapa prinsip ini:
2.6.1 Persenyawaan zat arang yang dapat mudah dirubah, harus secepat mungkin dirubah secara sempurna
2.6.2 Persenyawaan zat lemas sebagian besar harus dirubah menjadi persenyawaan amoniak.
2.6.3 Zat lemas yang hilang harus sedikit mungkin.
2.6.4 Sisa-sisa sebagai bunga tanah harus bsebanyak mungkin.
2.6.5 Persenyawaan kalium dan fosfor harus dijadikan bentuk yang mudah dihisap oleh tanam-tanaman
2.6.6 Struktur bahan-bahan yang akan dibuat kompos jangan terlalu kasar.
2.6.7 Bahan –bahan yang kurang mengandung N harus dicampur dahulu dengan bahan-bahan yang banyak mengandung N.
2.6.8 Bahan –bahan untuk kompos ditumpuk belapis-lapis di atas tanah.
2.6.9 Untuk mempercepat proses penguraian, pada tiap-tiap lapisan diberikan kapur atau abu dapur di atasnya.

2.7 Syarat-syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos.
Agar pembuatan kompos berhasil, kita perlu benar-benar menguasai beberapa syarat yang diperlukan. Syarat –syarat tersebut antara lain:
2.7.1 Susunan bahan mentah
2.7.2 Suhu dan ketinggian timbunan kompos
2.7.3 Pengaruh nitrogen
2.7.4 Kelembaban.
2.7.5 Bak penampungan
2.7.6 Pengadukan

2.8 Cara Pembuatan Pupuk Kompos Yang Praktis
Adapun cara membuat pupuk kompos yang cepat dan mudah:
2.8.1 Pilihlah suatu tempat dari halaman anda yang baik drainasinya.
2.8.2 Ukuran bak untuk membuat bedengan kompos adalah lebar kurang lebih 1.5 m, panjang 3 m, dan tinggi 1,2 m.
2.8.3 Buatlah mula-mula tumpukan dari sisa-sisa pertanian seperti jerami,tongkol,dan batang jagung, sebagai dasar, lalu setelah itu disebari dengan rumput-rumput setebal 15 cm, kemudian dilapisi kotoran kandang yang telah dicampur dengan tanah.
2.8.4 Untuk mengetahui keadaan pemanasan dalam kompos, gunakan tangkai kayu yang kering dan halus.
2.8.5 Setelah satu bulan proses penurunan suhu tersebut, maka kompos sudah siap dipakai.

2.9 Pengaruh Pupuk Kompos Pada Kesuburan Tanah
Pengaruh –pengaruh pupuk kompos pada kesuburan tanah adalah:
2.9.1 Membebaskan kation lain dari ikatan adsorbsif
2.9.2 Mempengaruhi struktur tanah
2.9.3 Mempengaruhi terhadap pertumbuhan, kesehatan resistensi tanaman
2.9.4 Tanah-tanah yang ringan strukturnya menjadi lebih baik
2.9.5 Pemupukan bias mengurangi keasaman serta memperbaiki sifat-sifat tanah.

2.10 Cara Mempergunakan Pupuk Kompos
Hal yang penting dalam menggunakan kompos adalah kompos tersebut harus dicampurkan dan dibenamkan merata dalam tanah. Bila pupuk hanya diletakkan saja di atas tanah, maka pupuk akan kehilangan Nitrogen. Tetapi kalu pembenaman pupuk terlalu dalam maka akibatnya pupuk akan kekurangan udara, sehingga proses penguraian selanjutnya terhambat.

2.11 Keuntungan Menggunakan Pupuk Kompos
Ditinjau dari segi manfaatnya, kompos memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan pupuk buatan. Keunggulan tersebut adalah sebagai berikut:
2.11.1 Kompos dapat memperbaiki struktur tanah
2.11.2 Kompos di samping mengandung unsure-unsur utama NPK, juga mengandung unsure lainyang dibutuhkan oleh tanaman.
2.11.3 Pupuk kompos dan pupuk buatan, bekerjanya saling mengisi untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

BAB III
PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan dalam karya ilmiah ini, kesimpulan penulis adalah sebagai berikut:
1.1.1 Kurangnya modal dan lahan dalam mengolah pupuk kompos.
1.1.2 Banyak terdapat cara pembuatan pupuk kompos
1.1.3 Kurangnya penggalakan penggunaan pupuk kompos sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman.
1.1.4 Pengaruh pupuk kompos pada kesuburan tanah.

3.2 Saran
Berdasarkan pembahasan tersebut saran penulis adalah sebagai berikut:
3.2.1 Lebih menambah informasi tentang cara pengolahan pupuk kompos
3.2.2 Perlunya mempertahankan kesuburan tanah dengan mengembalikan zat-zat yang diambil tanaman di tanah.
3.2.3 Adanya perhatian dari dinas pertanian dari dinas pertanian terhadap pengolahan pupuk kompos.

DAFTAR PUSTAKA

Soedijanto, Hadmadi. 1999. Ilmu Memupuk. Jakarta: Sinar Baru
Susanto, Rifai.2004. Pupuk Kandang, Hijau< dan Kompos.Jakarta: CV Yasaguna
http://www. Google.co.id
Http:// www. Gambar pengolahan pupuk kompos.com

MAKALAH PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya  menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).

 

Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia, penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle).

Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.Jenis limbah pada dasarnya memiliki dua bentuk yang umum yaitu; padat dan cair, dengan tiga prinsip pengolahan dasar teknologi pengolahan limbah.

Limbah dihasilkan pada umumnya akibat dari sebuah proses produksi yang keluar dalam bentuk % scrapt atau bahan baku yang memang sudah bisa terpakai. Dalam sebuah hukum ekologi menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis. Artinya alam sendiri mengeluarkan limbah akan tetapi limbah tersebut selalu dan akan dimanfaatkan oleh makhluk yang lain. Prinsip ini dikenal dengan prinsip Ekosistem (ekologi sistem) dimana makhluk hidup yang ada di dalam sebuah rantai pasok makanan akan menerima limbah sebagai bahan baku yang baru.

 

1.2. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah limbah plastik ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk dapat mengetahui sumber-sumber limbah plastic
  2. Untuk dapat mengetahui dampak adanya limbah plastic
  3. Untuk mengetahui beberapa manfaat limbah plastic
  4. Untuk mengetahui beberapa cara pengolahan limbah plastik.
  5. Untuk mengenal bahaya kemasan plastik

1.3. Rumusan Masalah

Rumusan masalah penulisan makalah limbah plastik ini adalah sebagai berikut:

  • Darimana limbah plastik berasal
  • Apa dampak adanya limbah plastic
  • Apa manfaat limbah plastic
  • Bagamaimana mengolah limbah plastic
  • Apa bahaya penggunaan kemasan plastik

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1.    Sumber-sumber Limbah Plastik

Beberapa sumber limbah plastik dapat diketahui dari jenis sampah plastik itu sendiri, yang dapa dilihat pada taber berikut:

 

Tabel 2.1.1. Jenis-Jenis Sampah Plastik Beserta Sumbernya.

No. Jenis Sampah Plastik -Sumber plastik

  1. Acrytic Pulpen, sen kendaraan
  2. AS sen Tempat kosmetik, sikat gigi
  3. Chip tali Springbed
  4. Duragon Roda kaset, tempat pita keset
  5. HD ember Ember, Krat minuman, gayung, ember cat
  6. HD blowing Botol sampo, botol oli, drum plastik
  7. HD hitam Ember hitam
  8. HD tikar Tikar plastik
  9. HD butek Saringan ember
  10. PVC selang Selang
  11. 11 PVC botol Botol Baygon,soklin
  1. PVC blue band Blue band
  2. PP kardus Kardus lembaran PP
  3. PP ember cat Ember cat
  4. PP tali Strapping band

 

2.2. Dampak Adanya Limbah Plastik

Dampak plastik terhadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan. Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak

terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Konsumsi berlebih terhadap plastik pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.

Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT, sehingga kantong plastik sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Keadaan plastik yang seperti ini akan memberikan akibat antara lain:

  • tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah;
  • racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing;
  • PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman, yang akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan;
  • kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah;
  • menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah;
  • kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun;
  • hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik;
  • hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya;
  • ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya;
  • pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.

Sebagai tambahan pemahaman, kami beberkan beberapa fakta yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan:

  • kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pacifik;
  • sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik;
  • dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat  46,000 sampah plastik mengambang di lautan;
  • setiap tahun, plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya;
  • banyak penyu di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.

Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.

2.3. Pemanfaatan Limbah Plastik

Limbah plastik yang umum ditemukan di tempat pembuangan sampah antara lain botol minuman dan deterjen yang termasuk jenis PET, dan kantong plastik. Jumlah kantong plastik di TPA terus menumpuk karena tidak terlalu diminati karena memiliki nilai jual yang rendah. Kantong-kantong plastik ini tidak mudah terurai sehingga hanya akan terus menumpuk dan bertambah di TPA sampai 1000 tahun ke depan. Oleh karena itu diperlukannya suatu solusi tepat yang bukan hanya mengurangi penggunaan kantong plastik karena selama masih diijinkan untuk digunakan maka kantong plastik itu akan terus ada dan bertambah. Limbah kantong plastik yang menumpuk di TPA dapat menjadi peluang sumber daya jika diolah dengan benar.

Pengembangan proses pengolahan kantong plastik dilakukan melalui eksperimentasi untuk membuka peluang pemanfaatan kantong plastik dengan penerapan teknologi sederhana, murah, dan nyata. Eksperimen juga mencakup eksplorasi sifat dan karakteristik kantong plastik yang unik untuk diaplikasikan menjadi produk bernilai tinggi sehingga dapat menaikkan nilai dari limbah kantong plastik.

Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar.

2.3.1. Pemanfaatan limbah sebagai bahan kreasi

Gelas plastik merupakan tempat air minum yang terbuat dari bahan multiguna yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari–hari. Plastik juga sudah banyak diwujudkan dalam bentuk busana, walaupun dalam presentasi kecil, contohnya seperti mantel, jas hujan, tas, aksesoris dan lain – lain. Hiasan dan korsase (dari plastik) akan memperindah busana kreasi baru dari bahan gelas plastik.

Pembuatan busana kreasi baru dari limbah gelas plastik seharusnya bernilai ekonomis tinggi. Akan tetapi, proses pembuatnnya yang memerlukan waktu relatif lama terutama dalam mengecat gelas plastik sehingga diperlukan ketelitian dan kesabaran menjadi salah satu hambatan terwujudnya hal tersebut. Selain pemasangan hiasan gelas plastik.pada busana, kesulitan yang tampak terdapat pula pada pemeliharaan busana kreasi baru ini, selain ketelitian dengan penyimpananya diruang yang longgar/tidak sempit, menghindari udara lembab dan panas, serta secara periodik dikeluarkan guna diangin-anginkan menjadi kaharusan untuk pemeliharaan busana. Selain itu, bahan baku limbah yang digunakan yang pada hakikatnya merupakan sampah yang tidak dipakai lagi mengharuskan biaya pengolahannya tidak termasuk dalam kisaran yang kecil.

 

2.3.2. Limbah plastik sebagai bahan ornamen bangunan

Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).

 

2.4. Pengolahan Limbah Plastik

Plastik merupakan material yang sangat akrab dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi plastik membuat aktivitas produksi plastik terus meningkat. Hampir setiap produk menggunakan plastik sebagai kemasan atau bahan dasar. Material plastik banyak digunakan karena memiliki kelebihan dalam sifatnya yang ringan, transparan, tahan air, serta harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Segala keunggulan ini membuat plastik digemari dan banyak digunakan dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia. Akibatnya jumlah produk plastik yang akan menjadi sampah pun terus bertambah. Limbah plastik yang umum ditemukan di tempat pembuangan sampah antara lain botol minuman dan deterjen yang termasuk jenis PET, dan kantong plastik. Jumlah kantong plastik di TPA terus menumpuk karena tidak terlalu diminati karena memiliki nilai jual yang rendah. Kantong-kantong plastik ini tidak mudah terurai sehingga hanya akan terus menumpuk dan bertambah di TPA sampai 1000 tahun ke depan.

Oleh karena itu diperlukannya suatu solusi tepat yang bukan hanya mengurangi penggunaan kantong plastik karena selama masih diijinkan untuk digunakan maka kantong plastik itu akan terus ada dan bertambah. Limbah kantong plastik yang menumpuk di TPA dapat menjadi peluang dan jika diolah dengan benar dapat menjadi sumber daya. Pengembangan proses pengolahan kantong plastik dilakukan melaui eksperimentasi untuk membuka peluang pemanfaatan kantong plastik dengan penerapan teknologi sederhana, murah, dan nyata. Eksperimen juga mencakup eksplorasi sifat dan karakteristik kantong plastik yang unik untuk diaplikasikan menjadi produk bernilai tinggi sehingga dapat menaikkan nilai dari limbah kantong plastik.

Beberapa cara pengolahan limbah plastik secara umum, yaitu sebagai berikut :

2.4.1. Daur Ulang

Daur ulang merupakan proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle). Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri.”Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu sampah plastic dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya.

Beberapa bentuk hasil daur ulang dari sampah plastik, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.4.1. Hasil Daur Ulang Sampah Plastik

No. Jenis Sampah Plastik -Produk Hasil Daur Ulang

  1. Acrytic Toples, tatakan/tutup gelas
  2. AS sen Nampan, korek gas, toples
  3. Chip tali Rambut boneka
  4. Duragon Roda kaset
  5. HD ember Centong, tempat sabun, piring
  6. HD blowing Celengan, botol plastic
  7. HD hitam Ember, roda mobil mainan
  8. HD tikar Ember, piring, rolan kabel
  9. HD butek Corong, tempat sayuran, tempat sambal
  10. PVC selang Sandal, sepatu boot

11 PVC botol Celengan, botol

  1. PVC blue band Botol, celengan, toples
  2. PP kardus Ember, gayung, piring
  3. PP ember cat Thermos, gayung
  4. PP tali Cangkir, gelas,tali raffia, gayung

2.4.2. Incinerasi

Cara lain untuk mengatasi limbah plastik adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Limbah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat digunkana sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik. Beberapa pembangkit listrik menggunakan batu bara yang dicampur dengan beberapa persen ban bekas. Akan tetapi, pembakaran sebenarnya menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran udara. Pembakaran plastik seperti PVC menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif. Pembakaran ban bekas menghasilkan asap hitam yang sangat pekat dan gas-gas yang bersifat korosif. Gas-gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Polusi yang paling serius adalah dibebaskannya gas dioksin yang sangat beracun pada pembakaran senyawa yang mengandung klorin seperti PVC. Untuk itu, pembakaran harus dilakukan dengan pengontrolan yang baik untuk mengurangi polusi udara.

2.4.3. Plastik Biodegradable

Sekitar separuh dari penggunaan plastik adalah untuk kemasan. Oleh karena itu, sangat baik jika dapat dibuat plastik yang bio- atau fotodegradable. Hal itu telah diupayakan dan telah dipasarkan. Kebanyakan plastik biodegradable berbahan dasar zat tepung. Tetapi, plastik jenis ini lebih mahal dan kelihatannya masyarakat enggan untuk membayar lebih.

2.5. Mngenal Bahaya Kemasan Plastik dan Kresek

Kantung plastik kresek dan kemasan dari plastik lainnya merupakan alat pengemas yang paling banyak dipergunakan karena murah, praktis dan mudah didapat. Tetapi sayangnya  kemasan plastik dan kantung plastik kresek ternyata tidak selalu aman, bahkan berbahaya bagi kesehatan. Beberapa jenis kemasan plastik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan termasuk diantaranya kantung plastik “kresek” berwarna serta kemasan plastik berbahan dasar polistiren dan polivinil klorida (PVC). Juga berbagai kemasan dari plastik lainnya semisal botol plastik bekas minuman dan lainnya yang kita perlu mengenalnya.

Meskipun selama ini belum pernah ada pengaduan atau keluhan mengenai gangguan kesehatan akibat penggunaan kantung “kresek” sebagai wadah makanan, namun kita perlu berhati-hati. Kalau mau mewadahi makanan siap santap dengan plastik kresek sebaiknya dilapisi dulu dengan bahan yang aman seperti daun atau kertas.

Selain plastik kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan “styrofoam” juga berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila bereaksi dengan makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol dalam keadaan panas. Meskipun bila residunya kecil tidak berbahaya.

Secara umum, kemasan plastik diberikan label-label sebagai berikut:

PETE atau PET (polyethylene terephthalate) dengan berlabel angka 01 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan dipakai untuk menyimpan air hangat apalagi panas.

HDPE (high density polyethylene) berlabel angka 02 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

V atau PVC (polyvinyl chloride) berlabel angka 03 dalam segitiga adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

LDPE (low density polyethylene) berlabel angka 04 dalam segitiga biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan berkode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

PP (polypropylene) berlabel angka 05 dalam segitiga adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik botol ini transparan yang tidak jernih atau berawan.

PS (polystyrene) berlabel angka 06 dalam segitiga biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

Other (biasanya polycarbonate) berlabel angka 07 dalam segitiga bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon.

Kemasan plastik yang paling banyak dan paling aman digunakan adalah yang terbuat dari polyethylene (PE) dan polyprophylene (PP) yang dilabeli terkadang juga dilabeli dengan gambar gelas dan garpu atau ada tulisan `untuk makanan` atau `for food use`.

Sayangnya masih banyak barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal. Pemerintah Indonesia sendiri baru berencana untuk mewajibkan produsen kemasan makanan melakukan penandaaan atau memberi label. Rencana ini mulai diterapkan bulan November mendatang.

 

 

BAB III

 PENUTUP

 

 

 

3.1.    Simpulan

Berdasarkan pemaparan yang tertulis pada makalah ini, kami dapat menarik beberapa simpulan, yaitu sebagai berikut:

  • Limbah plastik adalah barang buangan yang berupa plastik yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
  • Sumber sampah plstik tergantung pada produksi plastik itu sendiri dan digolongkan berdasarkan bahan dasar penyusunnya.
  • Pemakaian plastik secara terus menerus akan menghabiskan beberapa sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, selain itu menghasilkan beberapa zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
  • Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin yang dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle).
  • Pengolahan limbah plastik dapat dilakukan dengan daur ulang (pemakaian kembali),  incinerasi (pembakaran), dan penggunaan plastik biodegradable.

3.2     Saran

Limbah rumah tangga yang berjenis anorganik diharap mampu diolah kembali, meskipun dengan sederhana. Serta menerapkan penempata limbah (sampah) dengan sesuai jenisnya, apakah limbah organic atau anorganik, agar lebih mudah mendaur ulang.

 

 

Daftar Pustaka

http://id.shvoong.com/humanities/1642371-mengolah-limbah-rumah-tangga/

http://id.wikipedia.org/wiki/limbah_beracun

KARYA ILMIAH PENGARUH DAMPAK GLOBALISASI

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah PKn ini dengan baik.

Makalah ini diharapkan mampu membantu saya dalam memperdalam mata pelajaran PKN dalam kegiatan belajar. Selain itu, Makalah ini diharapkan agar dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab karena materi ini disajikan mengarah pada terbentuknya arah globalisasi yang berpengaruh terhadap kehidupan social dan budaya.

Oleh karena itu, Makalah ini diharapkan agar bangsa Indonesia memiliki sikap yang kritis terhadap situasi, kondisi dan juga dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca Makalah ini dengan tulus ikhlas. Semoga Makalah  ini dapat bermanfaat, khususnya bagi saya dan pembaca. Amin

Rebang Tangkas, 03 Februari 2015

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

JUDUL

KATA PENGANTAR

ABSTRAK .

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Permasalahan

1.3 Pembahasan

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.1 Pengertian Globalisasi

2.2 Proses Globalisasi

3.1 Pengaruh Globalisasi

3.2 Contoh Pengaruh Globalisasi

3.3 Globalisasi di Indonesia

3.4 Dampak Positif  7

3.5 Dampak Negatif

3.6 Keterkaitan Antara Globalisasi Indonesia

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

3.3 Penutup

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

LATAR BELAKANG

Di zaman yang sudah sangat maju ini, remaja mana yang tidak mengenal makna dari kata “Globalisasi”? Hampir 90% dari mereka yang sudah akrab bahkan menjadikan globalisasi sebagai bagian dari kehidupan mereka. Adapun 10% yang tidak mengenal dan tidak memahami kata globalisasi adalah remaja yang masih jauh tertinggal dari modernisasi. Umumnya mereka yang tinggal di dalam suku pedalaman dan masih memegang teguh adat istiadat yang sudah diturunkan turun-temurun dari nenek moyang mereka. Sebagian besar dari mereka tidak menempuh jenjang pendidikan dan lebih memilih tinggal di rumah dan membantu orang tua. Maka tidak heran jika mereka sama sekali tidak mengenal makna globalisasi, bagaimana bisa mereka mengenal? Baca tulis pun mereka tidak bisa.

Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, hampir 90% remaja yang sudah sangat mengenal kata “Globalisasi”. Walaupun kata globalisasi sudah sangat dikenal akrab, bukan berarti globalisasi itu tidak memberikan dampak bagi para remaja. Globalisasi dapat kita jadikan sebagai teman, atau pun sebagai lawan. Teman yang baik tentu saja dapat memberikan dampak yang baik pula. Begitu pula dengan lawan, lawan yang kejam juga dapat akan memberikan dampak yang kejam pula bagi kita. Nah, seperti itu pulalah globalisasi dapat berdampak bagi remaja. Sebagai remaja yang terpelajar, kita harus dapat memilah-milah dampak dari globalisasi, mana yang patut dicontoh, dan mana yang tidak. Mana yang patut dijadikan teman, dan mana yang harus dijadikan musuh.

 

PERMASALAHAN

            Pernahkah kita berpikir untuk membandingkan masa-masa saat orang tua kita masih remaja dengan masa remaja kita sekarang? Pernahkah kita bertanya pada mereka bagaimana menurut mereka tentang perbedaan zaman remaja dulu dengan yang sekarang? Jika kalian bertanya, jawabannya sudah dipastikan, “Sangat jauh berubah”. Bagaimana perubahannya? Sebagian berubah menjadi jauh lebih baik, dan sebagian lainnya berubah menjadi sedikit lebih buruk dan mengecewakan. Dari zaman kolonial hingga sekarang banyak yang berubah baik dari segi gaya hidup, pakaian, pangan, dan komunikasi. Itu semua diakibatkan oleh dampak dari globalisasi.

 

PEMBAHASAN

3.1.      Pengertian Globalisasi

3.1.1.  Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

3.1.2.   Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)

Menurut pendapat Krisna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

 BAB II

KAJIAN TEORITIS

 

2.1. Pengertian Globalisasi

Kata globalisasi diambil dari global yang maknanya universal. Globalisasi belum memiliki definisi atau pengertian yang pasti kecuali sekedar definisi kerja sehingga maknanya tergantung pada sudut pandang orang yang melihatnya.

Ada beberapa definisi global yang dikemukakan oleh beberapa orang sebagai berikut :

  1. Malcom Waters, seorang professor sosiologi dari Universitas Tasmania, berpendapat, globalisasi adalah sebuah proses social yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang.
  2. Emanuel Richter, guru besar pada ilmu politik Universtas Aashen, Jerman, berpendapat, bahwa globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan yang menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
  3. Princenton N Lyman, mantan duta besar AS di Afrika Selatan, berpendapat bahwa globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara di dunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
  4. Selo Soemardjan, bapak Sosiologi Indonesia, berpendapat bahwa Globalisasi adalah terbentuknya organisasi dan komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama.

2.2. Proses Globalisasi

Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya. Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi. Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam (handphone) dengan segala fasilitasnya.

Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.

3.1.      Pengaruh Globalisasi

Kalau bicara pengaruh maka akan kita bahas yang baik dan yang buruk dari adanya globalisasi. Berikut pengaruh baik dari adanya globalisasi, antara lain:

3.2.1        Kemajuan di bidang komunikasi dan transportasi.

3.2.2.      Meningkatnya perekonomian masyarakat dalam suatu negara.

3.2.3.      Meluasnya pasar untuk produk dalam negeri.

3.2.4.      Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang  lebih baik.

3.2.5.      Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.

Sedangkan pengaruh buruk dari adanya globalisasi antara lain:

3.2.6.     Gaya hidup bebas, narkoba, dan kekerasan menjadi mudah masuk dalam

 kehidupan masyarakat Indonesia.

3.2.7.      Masyarakat cenderung mementingkan diri sendiri.

3.2.8.      Karena banyaknya barang yang dijual, maka masyarakat menjadi konsumtif.

3.2.      Contoh Pengaruh Globalisasi

            Tanpa disadari budaya asing yang masuk ke Indonesia telah memengaruhi perilaku masyarakat Indonesia. Berikut ini contoh pengaruh globalisasi di lingkungan sekitar.

3.3.1.   Gaya Hidup

Gaya hidup tradisional di zaman globalisasi ini sudah semakin  berkurang dan bahkan cenderung untuk ditinggalkan oleh masyarakat  sekarang ini. Masyarakat cenderung memilih menerapkan gaya hidup modern daripada gaya hidup tradisional.

3.3.2.   Makanan

Makanan pokok bangsa Indonesia sebagian besar adalah nasi.          Namun, ada juga yang berasal dari jagung maupun sagu. Makanan pokok           tersebut sebelum disajikan harus diolah terlebih dahulu, dan proses             pengolahannya membutuhkan waktu yang lama. Dengan adanya globalisasi kebanyakan orang mulai cenderung beralih mengonsumsi makanan yang cepat saji. Cepat saji maksudnya adalah makanan yang     singkat dalam penyajiannya dan tidak menunggu proses pemasakan yang    lama. Makanan cepat saji biasa disebut fast food. Makanan cepat saji      sekarang banyak dan mudah sekali ditemui. Di samping itu juga ada makanan yang pembungkusnya menggunakan aluminium foil, biasanya makanan untuk anak – anak. Selain makanan juga ada minuman dalam           kaleng, sehingga mudah dan dapat langsung diminum. Contoh makanan     yang ada karena globalisasi: pizza, spagheti, burger, hot dog, hamburger, sushi, steak, puyunghai, dan donat. Contoh minuman: banyak bermunculan minuman isotonik.

3.2.3    Pakaian

Pakaian merupakan bahan yang kita gunakan untuk menutup aurat dan melindungi badan. Pakaian juga berfungsi untuk kesopanan. Pakaian       yang dipakai pada zaman dahulu dengan zaman sekarang berbeda. Pada     zaman dahulu pakaian sangat sederhana yang penting bisa digunakan         untuk menutup aurat, melindungi tubuh, serta menjaga kesopanan. Pakaian   digunakan sebagai trend, modelnya bermacam – macam. Negara yang dianggap trend center pakaian adalah Prancis (Paris). Mode dari Paris          banyak ditiru oleh negara – negara di dunia. Misalnya model atau bentuk      pakaian sekarang ini kebanyakan pakaian minim dan terbuka, yang dianggap tidak sesuai dengan kebudayaan bangsa Indonesia.

Contoh lain adalah baju jas yang merupakan budaya bangsa barat sudah     digunakan oleh sebagian masyarakat kita pada acara – acara resmi atau resepsi. Begitu pula dengan celana jeans dan T-shirt. Masyarakat kita          sudah terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari – hari.

3.2.4.      Komunikasi

Komunikasi juga merupakan contoh pengaruh dari globalisasi.         Komunikasi adalah suatu hubungan seseorang dengan orang lain.       Komunikasi dapat dilakukan dengan dua orang atau lebih. Dahulu komunikasi antara wilayah menggunakan jasa pos yaitu surat yang sampainya bisa mencapai satu sampai dua hari, kemudian berkembang             dengan telepon rumah. Namun, sekarang ini di era globalisasi jika akan       berkomunikasi baik satu arah maupun dua arah dengan orang lain yang      berbeda wilayah sangat mudah, cepat, dan murah. Sarana yang digunakan       misalnya telepon kabel, telepon seluler, internet, e-mail, dan faksimile.        Dengan adanya alat komunikasi yang canggih kita dapat melakukan hubungan dengan siapa saja di dunia ini.

Sekarang ini banyak ditemui warung-warung internet, maka orang   akan     mudah mencari segala macam informasi yang ada di seluruh dunia.      Adanya telepon genggam merupakan alat komunikasi yang praktis, canggih, dan mudah dibawa ke mana saja.

3.3.      Globalisasi di Indonesia dari Masa Kolonial sampai Sekarang

  Pada masa kolonial, globalisasi belum menjadi sorotan dikalangan masyarakat indonesia  karena pada zaman kolonial globalisai belum berpengaruh terhadap perkembangan masyarakat indonesia  baik dari bidang teknologi, informasi, budaya, ekonomi, dan lain lain. Masyarakat indonesia pada zaman kolonial masih mempertahankan budaya dan tradisi masing masing daerah. Namun pada zaman sekarang ini masyarakat indonesia sebagian besar kurang memperdulikan tradisi leluhurnya terutama dikalangan generasi muda sampai remaja. misalnya dalam segi cara berpakaian, pergaulan, transportasi dan sebagainya.

3.3.1.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Di zaman saat Indonesia sedang di jajah dan setelah merdeka, tidak banyak dari remaja Indonesia saat itu yang dapat menempuh jenjang pendidikan. Hanya sebagian remaja anak dari bangsawan yang dapat menempuh jenjang pendidikan. Beberapa tahun setelah itu, sudah mulai terlihat peningkatan jumlah remaja yang menempuh jenjang pendidikan. Walaupun demikian, jalan untuk menempuh pendidikan tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki seragam sekolah dan buku pelajaran. Kebutuhan sekolah mereka masih sangat minimum untuk didapatkan. Masa demi masa, perkembangan mulai meningkat. Kini hampir seluruh remaja sudah dapat dengan mudah untuk mengenyam pendidikan apalagi dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah yang diberikan oleh pemerintah. Bahkan pada masa kini, perkembangan ilmu pengetahuan sudah diikuti dengan perkembangan media elektronik, seperti televisi dan internet.

3.3.2.      Perkembangan Komunikasi, Elektronik, beserta Medianya

Pada masa saat orang tua kita masih se-umuran kita, alat komunikasi memang sudah ada, namun masih belum se-canggih

pada masa kita saat ini. Alat elektronik pun juga sebenarnya sudah ada, seperti radio dan televisi berlayar hitam putih. Namun walau demikian, alat elektronik seperti itu masih sangat jarang orang yang memilikinya. Bukan karena itu kuno, namun karena bagi mereka harga elektronik itu sangat mahal. Berbanding terbalik dengan masa saat ini, sudah sangat jarang remaja yang hobby mendengarkan radio, bukan karena bagi mereka mahal, namun karena beranggapan radio merupakan salah satu alat elektronik kuno yang sudah ketinggalan zaman. Mereka lebih suka alat-alat elektronik yang lebih canggih dan modern. Seperti MP3 Player, MP4 Player, Laptop, Hand Phone, dan sebagainnya. Zaman dulu, televisi hanya berlayar hitam putih. Seiring dengan perkembangan model-model televisi sudah mulai berkembang jauh lebih canggih, seperti TV LCD, TV LED, TV 3D, bahkan adapula Internet TV. Perkembangan itu terjadi pula pada alat komunikasi. Zaman dulu, kebanyakan orang berkomunikasi dengan orang yang jauh dengan surat-menyurat. Paling canggih bagi mereka saat itu menggunakan telepon kabel. Berbeda dengan sekarang, remaja kini sudah tidak perlu berkomunikasi dengan surat-menyurat, mereka sudah memiliki alat yang lebih canggih. Yang dapat mengirimkan pesan hanya dalam beberapa detik, berbeda dengan surat yang baru akan diterima selama berminggu-minggu. Diantaranya Hand Phone dan Internet. Kedua media itu sangat memiliki banyak fungsi, yaitu; Hand Phone dapat berfungsi sebagai media komunikasi 2 arah, saling mengirim pesan singkat (SMS), beberapa Hand Phone juga menyediakan layanan internet, radio, kamera, bahkan mp3. Di zaman saat ini, berkomunikasi dengan orang yang berada jauh dari kita tidak hanya dapat dilakukan dengan menelpon yang hanya dapat mendengarkan suara saja, berkomunikasi di zaman sekarang terasa sangat lebih mudah, karena kita juga dapat berkomunikasi dengan bertatap muka dan sekaligus mendengar suara. Sehingga kita merasa seperti berbincang dan bertatap muka secara langsung, tanpa dibatasi oleh waktu dan jarak. Sebut saja media canggih itu, “Video Call“.

3.3.3.      Perkembangan Etika dan Budaya

Siapa sangka etika remaja masa kini jauh lebih baik dengan remaja masa lalu? Ternyata itu memang benar adanya, hanya sedikit dari kalangan remaja yang benar-benar menerapkan sikap sopan dan santun di lingkungannya, baik kepada yang lebih tua maupun kepada yang lebih muda. Berikut ini saya berikan beberapa buktinnya:

3.3.3.1.1   Gaya hidup kebarat-baratan

Tidak semua budaya barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat pada orang tua, kehidupan bebas remaja dan lain-lain. Hampir 50% dari remaja dunia terutama kaum perempuan, sudah kehilangan mahkota paling berharga miliknya. Dan 80% sudah berani mencoba dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkotika). Itulah yang sangat kita sayangkan dari remaja kini, yang seharusnya mereka menjadi peran penerus pahlawan bangsa.

3.3.3.2.  Semakin lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan musyawarah mufakat, dan gotong royong.

3.3.3.3.  Semakin sedikit generasi muda yang melestarikan musik, tarian, dan budaya tradisional kita.

3.3.3.4.  Remaja mengikuti cara berpakaian yang cenderung tidak memperlihatkan

               kesopanan.

3.4.      Dampak Positif

3.4.1.   Perubahan Tata Nilai dan Sikap

Adanya globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

3.4.2.   Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

3.4.3.   Tingkat Kehidupan yang lebih Baik

Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

3.5.      Dampak Negatif

Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.

3.5.1.  Pola Hidup Konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

3.5.2.  Sikap Individualistik

Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

3.5.3.      Gaya Hidup Kebarat-baratan

Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.

3.5.4.      Kesenjangan Sosial

Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

3.6.      Keterkaitan Antara Globalisasi di Indonesia dengan Manusia dan Peradaban

Globalisasi sesungguhnya telah mengubah peradaban manusia dari zaman ke zaman. Tanpa kita sadari otak manusia yang sangat kecil itu sudah mengubah banyak hal. Mulai dari peradaban kuno yang masih belum terlihat dampak globalisasinya, tetapi sekarang dengan keadaan yang serba modern, dampaknya telihat sangat jelas. Dan yang tidak bisa dipungkiri, indonesia menjadi salah satu negara dengan banyak terkena pengaruh globalisasi. Tidak masalah jika pengaruh itu bersifat positif, tetapi kini yang terlihat juga tidak sedikit pengaruh dari globalisasi yang bersifat negatif.

Peradaban manusia memang sudah berkembang pesat diIndonesia hingga sekarang. Namun, dengan keadaan yang sepeti ini, indonesia semakin kehilangan jati diri. Ciri khas dari indonesia seakan pudar, masyarakatnya sendiri lebih banyak terpengaruh dengan kebudayaan luar, sikap cinta tanah air indonesia pun seakan luntur, masyarakatnya sibuk mementingkan dirinya untuk keluar negeri baik untuk menuntut ilmu, tetapi tidak ada keinginan untuk merubah indonesia menjadi lebih baik.

Memang arus globalisasi adalah sesuatu yang pasti  terjadi dan sulit untuk dikendalikan, terutama karena begitu cepatnya imformasi yang masuk ke seluruh belahan dunia, hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia, termaksud didalamnya bangsa indonesia.

Pertanyaannya, mampuhkah kita membangun bangsa di tengah tengah globalisasi dalam arus yang semakin kuat? Jika jawabannya”ya, maka kita akan mampu menjadi negara maju yang masih berjati diri indonesia. Jika “tidak, maka selamanya kita akan  menjadi bangsa yang terjajah. Salah satu yang bisa menjawab “ya” adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri indonesia melalui pelestarian nilai nilai dan moral bangsa indonesia.

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia sampai sekarang. Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Apabila timur dan barat bersatu, masihkah ada ciri khas kebudayaan kita? Ataukah kita larut dalam budaya bangsa lain tanpa meninggalkan sedikitpun sistem nilai kita? Oleh karena itu perlu dipertahanan aspek sosial budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Caranya adalah dengan penyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern, tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk-bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Karena sebenarnya seni itu indah dan mahal. Kesenian adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda, yang merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu.

3.2. Saran

Dengan begitu, kami menyarankan agar kalian jangan sampai terbawa hal – hal buruk dalam pergaulan. Dan untuk para orang tua, kalian adalah orang yang sangat penting dalam hal mengontrol anak anda, apalagi yang memiliki anak remaja, pengawasan orang tua adalah yang paling utama sebelum pengawasan guru, teman, maupun orang lain.

        Dan kalian harus bersikap selektif dalam mengikuti setiap perkembangan globalisasi. Dan gunakanlah teknologi,informasi, dan komunikasi dengan sebaik – baiknya.

3.3. Penutup

Sekian hal – hal yang dapat kami bahas dan sampaikan. Mohon maaf bila ada salah kata. Mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi kalian. Dan kami mengharapkan sumbangan pikiran, kritikan, maupun saran. Terima Kasih.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kuntowijoyo, Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
  2. Sapardi Djoko Damono, Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
  3. http://www.isomwebs.com/2012/karya-ilmiah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah
  4. http://afand.abatasa.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif–globalisasi-dan-modernisasi diakses pada 2 Oktober 2011

KARYA ILMIAH KEBERSIHAN LINGKUNGAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar belakang

Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia, masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat.

Problem tentang kebersihan lingkungan yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat selalu tidak sadar akan hal kebersihan lingkungan. Tempat pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dirawat dengan baik. Akibatnya masalah diare, penyakit kulit, penyakit usus, penyakit pernafasan dan penyakit lain yang disebabkan air dan udara sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Berbagai upaya pengembangan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah, yaitu:

  1. Bagaimana kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan?
  2. Bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita?

  Tujuan Penelitian

  1. Supaya kebersihan lingkungan di sekitar kita tetap terjaga.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Metode dan Teknik Penelitian

Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Teknik Pengamatan Langsung, Pada teknik ini penulis terjun langsung meneliti ke lapangan untuk mengetahui bagaimana kebersihan lingkungan dan bagaimana peranan pelajar terhadap masalah kebersihan lingkungan.
  2. Teknik Wawancara, Tujuan dari teknik wawancara ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih mengenai kasus yang dibahas. Responden meliputi para pelajar, para pengajar, masyarakat sekitar, dan ahli kebersihan lingkungan hidup sebagai sumber informasi mengenai studi kasus masalah kebersihan lingkungan.
  3. Studi Pustaka, Pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah serta yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup dan perilaku rem aja.

  Sistematika Penulisan

Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian di lapangan dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian serta sistematika penulisan. Bab selanjutnya, penulis melakukan penelitian lapangan.

BAB II

PEMBAHASAN

Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan

Kebersihan sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari.  Dan seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran, penyakit, dan lain lain, yang dapat merugikan segala aspek  yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku lingkungan masyarakat. Dan sebagaimana di ketahui bahwa kehidupan manusia sendiri tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Maka sebagai individu harusnya segala aspek  yang ada dalam masyarakat harus dapat menjaga kebersihan lingkungan. Karena tanpa lingkungan yang bersih setiap individu maupun masyarakat akan menderita sebab sebuah faktor yang merugikan seperti kesehatan. Kesehatan itu begitu mahal harganya. Sehingga semuanya harus di olah dengan baik . Lingkungan yang kotor berarti penganggu kesehatan yang juga berarti membuat bibit penyakit. Namun segala sesuatu ada kata perubahan hanya saja dalam segala persoalan-persoalan, semua ini tidak dapat dijalankan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu masyarakat maupun kelompok masyarakat untuk menjaga kebersihan, Maka Kebersihan itu tidak akan berguna dan menimbulkan banyak kerugian. Sebagaimana kita ketahui bahwa pandangan masyarakat tentang sadar lingkungan sangatlah minim/kurang.

 Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan

Berikut Tips dan trik menjaga kebersihan lingkungan:

  • Dimulai dari diri sendiri dengan cara memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan lingkungan.
  • Selalu Libatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
  • Sertkan para pemuda untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan.
  • Perbanyak tempat sampah di sekitar lingkungan anda;
  • Pekerjakan petugas kebersihan lingkungan dengan memberi imbalan yang sesuai setiap bulannya.
  • Sosialisakan kepada masyarakat untuk terbiasa memilah sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan non organik.
  • Pelajari teknologi pembuatan kompos dari sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk;
  • Kreatif, Dengan membuat souvenir atau kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah.
  • Atur jadwal untuk kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari hal tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat masih belum peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya. Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya,  pembungan limbah pabrik, polusi udara, pencemaran air, dan lain-lain. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan setiap tahunnya selalu meningkat. Dan mengakibtakan keadaan yang merugikan kota medan contohnya : banjir yang baru-baru ini terjadi karena banyaknya sampah yang menumpuk di parit-parit rumah dan kanal air. Dengan sebuah perumpaan yang dapat di bandingkan dengan teknologi maka dapat di perhatikan bahwa secanggih-canggihnya teknologi tanpa didasari dengan kebersihan maka, teknologi itu akan hancur. Jadi, dari hal tersebutlah kita harus menyadari kebersihan itu penting. Marilah kita menjaga kebersihan secara bersama-sama.

 Saran

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis kebersihan lingkungan disekitar kita ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi materi, isi materi, cara penulisan karya tulis ini, untuk itu penulis meminta saran dari pembaca semua untuk bisa makalah ini bisa lebih sempurna lagi untuk penulisan berikutnya. Atas perhatian pembaca penulis ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.co.id

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebersihan